Keluarga Birawa [Sudah Terbit]

Keluarga Birawa [Sudah Terbit]

  • WpView
    Bacaan 965,604
  • WpVote
    Undian 87,710
  • WpPart
    Bahagian 56
WpMetadataReadCerita Lengkap Isn, Mac 4, 2024
WpInfo
Bukan fiksyen
"Jagain adek kamu. Dia punya ilmu teleportasi, bisa menghilang ke manapun." "Aman, ma, ya, 'kan Lev." Arsya termenung menatap sisi kirinya. Di mana gadis itu? "Di mana Levitra?" tanya Arsya kepada teman-temannya. Mereka menunjuk menggunakan dagu ke arah belakang orang tua Arsya. Di mana Levitra tengah asik berbincang dengan seorang pria tampan. Anjani dan Kenzie seketika memutar tubuhnya. "Seperti yang Mama bilang. Tu anak punya ilmu teleportasi." "Akibat keluar dari rahim Papa tuh," cibir Arsya. "Dih, enggak Papa. Asalkan yang dia dekati orang kaya. Papa mah setuju-setuju aja," tampik Kenzie. "Kalau kaya tapi tua gimana?" "Suruh dia memberikan aset kekayaannya kepada Levitra. Setelah itu racuni dia," ujar Kenzie dengan tawa jahatnya.
Hak Cipta Terpelihara
#218
adik
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Dia Abangku!
  • DANADYAKSA
  • Raka Alandra (Terbit)
  • Untung Sayang
  • Inside You
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Aska Aldinata
  • Aelah ✓
  • A R S E A N A

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi