Bungaku
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 16, 2025
"Apa?? Menikah?!" "Iya, kenapa? Apa kamu tidak mau menikah?" "Bukan begitu, Bi. Tapi Iqbal kan masih kuliah, kerja juga belum pasti, masa mau nikah, Bi? Nanti istri sama anak Iqbal mau makan apa?" "Yaaa makan nasi lah, Bal. Masa mau makan rumput?" "Astagfirullah, Abiiii" "Mau atau tidak?" "Maaf, Abi. Iqbal tidak bisa menikah sekarang. Iqbal ingin selesaikan kuliah Iqbal dan bekerja terlebih dahulu." Hening. Tanpa diundang, rasa kecewa itu datang melingkupi Abi. Sepatah kata pun tak terucap. Bingung pun menyergap Iqbal. Tidak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi Iqbal tidak ingin Abi kecewa, dan di sisi lain Iqbal ingin menyelesaikan kuliah dan bekerja. Mata yang tertunduk mengisyratkan kekecewaan. "Sebaiknya kamu pikirkan lagi" kata Abi sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Iqbal sendiri. Seorang laki-laki beralis tebal, berbadan tinggi, memiliki mata berwarna kecoklatan, serta rambut dan baju yang selalu rapi. Baginya menikah adalah awal sebuah keluarga dan merupakan komitmen seumur hidup. Iqbal merasa belum siap jikalau harus menikah dalam waktu dekat ini, apalagi dengan perempuan yang belum ia kenal seluk-beluknya. Apakan Iqbal akan berubah pikiran dan menerima permintaan Abi? Ataukan dia bersikukuh pada pilihannya untuk menyelesaikan kuliah dan bekerja namun membuat Abi kecewa? Dan siapakan perempuan itu hingga Abi sangat ingin menikahkan putra kesayangannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • Hijrah Cinta
  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • Pahala Surgaku✓
  • SAY SARANGHAE
  • Surat Undangan dari Orang yang Kucinta (Sedang Revisi)
  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]
  • SENI MEMAHAMI HATI ISTRI
  • Bos galak perjodohan ceo
  • Mengakhiri Masa Jomblo

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines