Destiny Untuk Arser

Destiny Untuk Arser

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 14, 2023
Arser Bramatya wicaksa" Kutulis ini untuk mengabadikan mu disini memberi tau pada waktu bahwa hidup dengan kenangan mu adalah pilihan ku Arser kutulis sesuatu di buku diary mu yang tertinggal katamu itu hal yang istimewa karna aku membelinya saat ulang tahun mu, Arser ijinkan aku mengisinya ya,biar aku bisa mencium aroma tubuhmu, yang tertinggal setiap kamu menulis disitu dulu "Tuhan boleh pulangkan Arser ku? Sebentar saja Tuhan Aku ingin memeluk Arser ku lagi Tidak ada yang lebih baik dalam mencintai ku selain dia" Arser, setiap hari, Setiap saat Ku putar lagu lagu favorit mu suara Nadin amizah larut dalam ingatan ku pada hari hari dimana kamu akan belari menghampiri ku,atau saat kita bermain di pantai, saat tangan ku kau gandeng sepanjang jalan,dan saat ribuan peluk yang kudapat saat jatuh,aku tersenyum Kemudian menangis.
All Rights Reserved
#35
nafisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • OBSESSED with your body(END)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Bunga Abadi
  • Just Remembrance!
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • ALISHA (end)

DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines