Kunamakan Kau Bintang

Kunamakan Kau Bintang

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 14, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Ini adalah kisah seorang lelaki desa berumur 18 tahun. Perjalanan takdir memberinya beban tanggung jawab layaknya seorang ayah sejak usia 15 tahun. Ibunya meninggal saat melahirkan adik perempuannya sementara ayahnya menyusul dalam kecelakaan tidak lama setelah ibunya wafat. Keadaan menyebabkan ia harus pupus sekolah, sejak itupun mimpinya menjadi perwira AU terkubur. Kekecewaan sempat menyertainya hingga kembali tersadar untuk tidak terkerangkeng oleh duka. Dilihatnya ada harap terpancar dari wajah mungil adiknya yang menggedor hasratnya untuk melahirkan mimpi baru...yaitu menjadikan adiknya hidup dengan penuh senyum dan bahagia. Setiap tapak ia lalui meski harus merasakan pedih dan derai hingga air mata. Bagaimanakah kisah perjuangannya? Yuk lanjut buka bab demi bab. Jangan lupa vote dan starnya ya. Terimakasih.
All Rights Reserved
#696
pelajaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain to summer
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Waktu?
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Full Of Scratches
  • Taruhan [END]

Sinopsis: " Kenapa suka hujan?." " hujan itu unik, setiap detik nya adalah kenangan. Hujan lambang memori bagi yang jatuh cinta dan bagi yang seperti ku hujan adalah penutup kesedihan, kalau kakak?." " Gak papa suka aja." Dara gadis cantik yang periang yang harus kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Diusir oleh adik dari ayah nya, sehingga dia harus rela pergi dan melanjutkan pendidikannya secara mandiri. Dibully dan di benci oleh teman teman disekolah barunya. Bertemu dengan dimas kakak kelas yang baik. Berseteru dengan teman seletingan nya, bagaikan musuh yang tak henti melihatnya menderita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines