Glasses

Glasses

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2015
Aku adalah seorang gadis biasa yang sedang menikmati hidup sebagai anak SMP. Aku belum mengenal apa yang namanya cinta, aku hanya sekedar tau tentang apa itu menyukai seseorang. Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan Dia. Yang kupikir rasa sukaku padanya dulu telah bermetamorfosis menjadi sebuah cinta. Dia yang mampu mengubahku seperti sekarang. Menjadi yang lebih baik tentunya. Tapi hatiku hancur menjadi kepingan kepingan kecil saat aku tau kabar jika dia pergi. Bahkan sebelum memulai dia sudah terlebih dulu meninggalkanku tanpa memperdulikan hatiku yang tertinggal. Dia pergi ke tempat yang jauh. Sangat jauh. Pergi ke kota yang sangat terkenal di dunia. Kota yang dikenal paling romantis di dunia. Meskipun aku sangat sangat kecewa tapi aku masih di sini. Masih di sini menunggunya yang akan kembali entah kapan. Dua tahun berlalu dan sampai sekarang aku masih setia menunggunya. Tapi selama itu aku mulai bimbang. Tapi aku mulai lelah menunggu. Apakah aku harus mencari penggantinya? Apakah mulai dari detik ini aku harus membuka hatiku kembali? Apakah aku bisa menemukan sosok yang lebih baik dari dia yang menurutku dia sudah lebih dari kata sempurna? Ya! Kupikir aku harus melakukan itu karena aku tidak bisa terus menunggu sesuatu yang belum pasti adanya dan ini yang paling penting, aku sudah lelah. Tapi mengapa setelah aku memutuskan untuk membuka hatiku dia malah kembali? Lalu apa yang harus lakukan? Kembali mengejarnya atau berhenti? Apakah ketika aku memutuskan untuk mengejarnya kembali dia juga akan merasakan hal yang sama? Apakah di sana dia juga memikirkanku seperti aku memikirkannya? Apakah dia di sana juga menginginkan sebuah pertemuan kembali denganku? Dan apakah dia juga mencintaiku seperti aku mencintainya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • False Hopes
  • Mahligai Sunyi
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • I Love You
  • My Diary
  • Erlangga
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines