SOMETHING

SOMETHING

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kamu bermimpi akan bertemu kembali dengan masa lalumu? "Oh tentu saja tidakk,gue ga bakalan pernah ketemu sama masa lalu gue baik itu di kenyataan ataupun di alam mimpi sekalipun. Ogah amat!uda cape-cape move on,masa malah didatengin lagi." Hei ayolah,takdir itu tidak bisa ditebak bukan,seperti yang terjadi saat ini,gue hanyalah gadis biasa yang sedang mencoba untuk memperbaiki diri dan melupakan masa lalu,tapi lagi-lagi takdir mempermainkan hati gue Sesuatu yang telah pergi mungkin tidak akan kembali lagi,tapi tidak menutup kemungkinan kalau dia akan kembali lagi bukan Sejatinya kita hanyalah makhluk biasa yg sedang menjalankan misi untuk terus berjalan saampai akhir masa kita,dan yg menentukan bukanlah kita,tapi sang maha kuasa. when the problems coming in your life you world will fill apart,but enough hand it over everything to ALLAH,believe will be okey:)
All Rights Reserved
#440
religius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • Cambuk
  • Cintaku Serumit Itu
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Your Presence [End]
  • Aku Tersentuh Cinta
  • SEBATAS PERNAH [REVISI] [HIATUS]
  • Astagfirullah, Mantan! [RE-UPLOAD]

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines