KEYZA ( Sejarah Matematika)

KEYZA ( Sejarah Matematika)

  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah yang menceritakan dua insan dengan latar kehidupan yang berbeda. Mereka bertemu atas dasar perbedaan. Namun akankah perbedaan itu menyatukan keduanya? Atau hanya sebatas perkenalan saja? Matematika itu ilmu yang pasti. Sesulit apapun persoalannya, pasti lu bakal ketemu sama jalan penyelesaiannya. Bukankah hidup juga gitu, Key?" -Shanza "Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang kejadian dimasa lalu. Manusia mengkajinya agar kejadian itu tidak hilang ditelan waktu. lantas untuk apa kamu bersikeras melupakan masa lalu mu?" -Keyaan A story by Blueoceandream__ Status : On Going
All Rights Reserved
#532
haechan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Benang Senja
  • Casual Heart
  • Aljabar (REVISI)
  • Takdir di IPA 1-1 (on going)
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • BARRIER WALL - GISELLE HAREM

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines