I̶N̶D̶A̶H̶

I̶N̶D̶A̶H̶

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 23, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐝𝐚𝐡 , 𝐤𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐝𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐧𝐲𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚𝐧, 𝐧𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐢𝐭𝐮𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐮𝐬𝐭𝐫𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐬𝐚𝐥 𝐦𝐮𝐚𝐬𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐥𝐮𝐤𝐚? 𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐝𝐮𝐚 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐫𝐞𝐦𝐚𝐣𝐚, 𝐧𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐜𝐢 𝐬𝐨𝐬𝐨𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐮𝐭𝐚𝐦𝐚. Setelah melemparnya kursi itupun hancur dengan begitu saja, ia menatap sejenak kayu-kayu yang berserakan di lantai, kemudian menatap kosong ke depan Ia sudah sangat lelah dengan semuanya, matanya sudah lelah untuk menangis Ia menjatuhkan dirinya ke lantai tanpa alas itu, kemudian mengepal tangannya yang memegang surat terakhir itu dengan sangat erat, Ia memukul kepalanya dengan kepelan tangannya masih dengan ekspresi datar tanpa bersuara, semakin lama semakin keras hingga ia menarik rambutnya dan berteriak histeris "𝑩𝑨𝑷𝑨𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲!!!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Become a Parent's [END]
  • Aku dan Lukaku [TAMAT]
  • KHALILA AND OTHERS
  • MSH (Masa SekolaH) || Hiatus ||
  • I'm okay (END)
  • Khazia
  • Daddy Angry |TAMAT|
  • ELANG [End]

"Nah kalo misalnya kita lagi jalan, dan kita ketemu tai, lo mau bagi dua gak sama gue?" tanya Geri "Pertanyaan bodoh macam apa itu Ger?" "Udah jawab aja. Gue serius, layak atau nggaknya lo sebagai manusia ditentukan dari gimana cara lo jawab pertanyaan ini" Gea memutar bola matanya malas "Yah nggak lah, buat apa juga nemu tai dibagi dua." "Nah bener kan" Geri meminum minumannya "Lo emang gak bisa berbagi. Sampe masalah tai aja lo serakah Ge?" "Yah buat apa juga tai dibagi dua Ger, kalo lo mau ambil aja udah" Gea membuka kaleng stenlis berisi kerupuk dan memakannya "Nah gitu dong, itu tandanya lo lebih mengutamakan gue. Makasih ya" Geri menepuk kepala Gea pelan Pacaran gak sehat? Begitulah pandangan orang-orang tentang hubungan Geri juga Gea.

More details
WpActionLinkContent Guidelines