NIJI
  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 29, 2022
Ini tentang Pelangi, yang muncul setelah hujan dan berasal dari Perpaduan antara Matahari dan Hujan. Bagaikan suatu hikmah setelah datangnya masalah. Sagara baru saja lulus dari satu babak dalam hidupnya yang kini harus berubah 90° karena suatu peristiwa. Dalam list hidup Sagara, gak pernah ada rencana untuk nikah sama orang Jepang. Tapi balik lagi, manusia memang bisa berencana tapi hanya Tuhan yang bisa menentukan itu yang terbaik atau bukan untuk kita. Termasuk soal jodoh. "Mungkin cara kita bersama adalah sebuah tragedi. Namun aku nggak pernah menyesal akan hal itu."~ Sagara Caesar Gomenne, author gak terlalu pandai bikin blurb😅 jadi cuss baca aja... Ig : cithareal.849 IB latar tokoh : Kehidupan Jerome Polin
All Rights Reserved
#208
mba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Padam Nelangsa
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Ineffable [HunRene]
  • SAGARALYN
  • Irreplaceable You [✓]
  • New Universe : Transmigration
  • Wives From the Past
  • My Secret Man ✓ END [Kakasaku X Sasusaku]
  • Min Yoongi : The Last (Suga BTS) [Completed]

💕sudah tamat di karyakarsa.💕💕 "Ayah sudah memutuskan." Nada suaranya berat, penuh otoritas. "Apa?" "Kamu akan menikahi putrinya Bram." Dentingan halus terdengar saat gelas wiski itu diletakkan di atas meja. Pria yang dipanggil Sagara Caesar Majendra mengangkat dagunya sedikit, menatap lawan bicaranya dengan ekspresi tak terbaca. "Pernikahan bisnis?" Suaranya terdengar datar, nyaris tidak menunjukkan emosi. "Lebih dari itu." Hening. Pria tua itu Majendra mengamati putranya dengan tatapan penuh perhitungan. "Ini bukan hanya tentang bisnis. Ini tentang mempertahankan keseimbangan. Kamu tahu bagaimana dunia ini bekerja, bukan?" Sagara menahan desahan napasnya. Tentu saja dia tahu. Dunia ini tak pernah menawarkan kebebasan bagi orang sepertinya. Pernikahan bukan tentang cinta, melainkan tentang kekuatan, strategi, dan kepentingan. "Aku enggak butuh istri Yah," katanya akhirnya. Majendra menyeringai tipis. "Bukan soal kamu butuh atau tidak. Ini tentang kelangsungan Amores Corp. Tanpa aliansi yang kuat, kamu hanya akan jadi incaran yang lebih mudah." Sagara menyandarkan punggungnya, tangannya terlipat di depan dada. Ia tahu tak ada gunanya berdebat. "Apa perempuan itu tahu soal ini?" tanyanya, masih dengan nada dingin. Majendra tertawa kecil. "Belum. Bram bilang putrinya itu tak tertarik dengan dunia kita. Dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter." Sagara mengangkat alis tipis. "Dokter?" Majendra mengangguk. "Ya. Dan tidak ada yang tahu siapa ayahnya sebenarnya. Bramantyo menyembunyikannya dari dunia luar." Sagara menatap kosong ke arah meja. Menikahi seseorang yang bahkan tidak tahu identitas aslinya? Terdengar seperti lelucon. "Apa dia setuju?" Majendra tersenyum samar. "Dia tak punya pilihan. Sama seperti kamu." Dada Sagara terasa sesak. Sekali lagi, hidupnya bukan miliknya sendiri. Di tempat lain, seorang wanita tengah sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit, tanpa menyadari bahwa hidupnya akan berubah selamanya. (Start 11022025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines