Two Different Pieces

Two Different Pieces

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 1, 2022
"Milo, kalau suatu hari kamu jatuh cinta sama aku, jangan bilang ya. Karena aku nggak yakin bisa balas perasaan siapa-siapa, termasuk kamu." -Berlina Gretasha ---------------------------- Berlin dan Noah adalah definisi paling jelas tentang apa itu perbedaan. Karena sudah terlalu kenal satu sama lain, mereka jadi sadar sendiri kalau mereka beda dalam banyak hal. Contohnya: Waktu kecil Berlin suka nonton Barbie, sementara Noah suka Power Ranger. Berlin paling ambis, Noah malas pusing. Berlin suka matematika, Noah suka ekonomi. Berlin suka cari masalah, Noah anti sama masalah. Noah kaum borjuis, Berlin cuman rakyat biasa. Berlin menganggap hidup bagai penjara, Noah justru beranggapan hidup adalah taman. Segala hal menyangkut Berlin dan Noah sudah dipatenkan untuk berbeda, termasuk juga perasaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Hey, Noah!
  • Baazigar (Tamat)
  • Sebelum Pagi
  • There's Love In My Friendzone
  • TOGETHER
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines