Perban Kebahagiaan [countinued]

Perban Kebahagiaan [countinued]

  • WpView
    Membaca 61
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 31, 2022
Tersenyum... Seseorang pernah berkata kepadaku untuk terus tersenyum, walau hatimu penuh dengan luka, penuh dengan rasa sakit, dan penuh dengan kepedihan. Ah, andai ada yang bisa benar2 membuatku tersenyum. Aku tak perlu susah payah memasang topeng kebahagiaan ketika sedih. Ambisi... Bahagia mereka adalah bahagiaku. Dalam hidup, aku selalu bertanya-tanya; bagaimana caraku membuat orang lain bahagia? Setidaknya, minimal untuk tersenyum. Aku terpaksa menyiksa diriku demi kebahagiaan orang lain. Menahan diri dalam kepedihan. Dan lama-lama, aku tidak peduli pada diriku sendiri. Apa ceritaku bisa seindah yang kubayangkan? Sebelum akhirnya aku pergi untuk ikut jalan yang Bunda ambil.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#174
penyakit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Memories in Moon
  • Just Once ✔
  • Aizam dan November
  • ReinSheria [COMPLETED]
  • Sejuta Luka Giel
  • Asha's Notes [Tamat]
  • RadenRatih
  • AKU DAN CERITAKU

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan