Sempiternal

Sempiternal

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Untuk kamu yang selalu abadi dalam kenangan yang ku miliki. Kamu yang selalu abadi dalam kisah kita yang telah usai. Hei! Terimakasih telah hadir menjadi seberkas cahaya kecil nan menawan di rumah yang telah lama tak berpenghuni ini. Terimakasih atas kenangan indah yang akan selalu indah untuk ku kenang di masa depan. Tahun demi tahun berlalu, tapi perasaan ini tak pernah berubah. Aku menatap langit biru, lalu tersenyum samar ketika terlintas kenangan indah saat bersamamu. Hei Kamu! Apa kabarmu saat ini? Aku merindukanmu, sungguh. Let's read!, I can't make a description of this story haha 죄송합니다!!!!!!!!ㅋㅋㅋㅋ
All Rights Reserved
#462
miss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Goodbye, Hello? [TAMAT]
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Tanda Seru
  • Spicy
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Favorite Lecturer

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines