The Twins Different Fate

The Twins Different Fate

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 15, 2022
Lika-liku kehidupan Alina dan Alena yang tak seperti saudara kembar pada umumnya. Mereka berbeda. Kehidupan mereka selalu bertolak belakang layaknya air dan api. . Menurut Alena, tidak ada yang lebih baik dari menghabiskan waktu bersama saudara kembarnya. Berbanding terbalik dengan Alina yang menganggap kesialannya adalah setiap kali berdekatan dengan saudara kembarnya. . Alina yang cacat serta payah dalam mata pelajaran apapun membuat kehidupan gadis itu tak semulus kelihatannya. Alena yang bar-bar namun pintar dengan puluhan piala hasil juara olimpiade seringkali dibanding-bandingkan dengan Alina. . Alina muak! Alina tidak tahan dengan semua hal buruk yang menimpanya. Tapi Alena hanya berusaha membantu. . "Malaikat? Elo? Lo berusaha jadi malaikat buat gue? Bukannya dari dulu lo cuma jadi petaka buat gue, ya? Kan lo sendiri yang bilang sama gue kalo..." "...anak cacat yang ada di hadapan lo ini... nggak pantes bersanding sama ratu sekolah terkaya, terpintar dan tercantik kayak lo, right?" . "Dulu ataupun sekarang, kehidupan kita nggak bakalan berubah. Kita beda. Lo rival gue dan gue rival lo. Selamanya bakalan seperti itu." "Bukan kehendak gue, tapi takdir Tuhan." . "Salah gue. Harusnya gue nggak hidup. Gue cuma masalah buat Alina." "Gue nggak mau hidup kalo cuma jadi beban pikiran buat dia, Ra!" "Gue mau... lo tusuk pisau itu ke perut gue. Tolong banget, ya? Sepuluh kali... aja."
All Rights Reserved
#237
alena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Memorable
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • Alena Zealinne Artharendra
  • ALVASANDRA
  • RE-SILIENCE (END)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Transmigrated as twins
  • ALANA

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines