Kita sangat berbeda, perbedaan yang menyadarkan akan suatu kenyataan bahwasanya sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa merebutmu dari Tuhanmu. Namun di sisi lain dalam diriku selalu meronta ingin tetap bersamamu apapun keadaannya, sesekali aku ingin sekali menuruti egoku dan melanggar perintah dari Tuhanku.
Pertanyaanku kini hanya satu, bagaimana cara memilikimu tanpa harus merebutmu dari Tuhanmu?
"Aku ingin selalu bersamamu, sungguh." Aku menatapnya dalam, dia hanya menghembuskan nafas dengan kasar, tampak kebingungan.
"Aku sungguh bingung, kita berbeda. Banyak sekali perbedaan." Setelah lama berdiam diri, dia akhirnya berbicara.
"Aku akan melakukan segala cara untuk kita bersama."