Semesta Sementara

Semesta Sementara

  • WpView
    Reads 82,700
  • WpVote
    Votes 6,746
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 22, 2022
• Pasti pernah dengar 'kan kalimat "Anak terakhir, pasti dimanjain." Atau bahkan percaya? Jika begitu, biarkan aku sebagai author mengajakmu menyelami kisahnya. Tentang anak lelaki yang sering di deskripsikan sebagai 'anak terakhir yang manja'. Jika bertanya tentangnya, maka aku akan menjawab. Lelaki itu mahir dalam segala hal. Termasuk dalam mengukir topeng di wajahnya pun, ia sangat mahir. Seharusnya orang-orang terdekatnya sadar, sejak awal... lelaki itu tidak pernah dalam keadaan baik-baik saja. "Karena Bunda, Jias merasakan Semesta. Walau hanya untuk sementara. Terimakasih dan maaf dari Jias untuk Bunda." -Kalimat penuh luka yang diucapkan oleh Jias untuk menjadi kalimat perpisahan. Yang terakhir, Silahkan pahami sendiri luka Jias, sampai kalian memihak Jias yang memilih untuk pergi. • ⚠️Angst Area, Family Broken, No plagiat!!⚠️ #JadiPembacaBijak #JadiPenulisBijak
All Rights Reserved
#1
familybroken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Sudut Luka Nazea
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Javas Drexzer [END]
  • 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐉𝐚𝐮𝐡 - REVISED
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines