ALZEINA (On Going)

ALZEINA (On Going)

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 6, 2022
"Tuhan aku ingin seperti zeika yang disayang dan dijaga oleh papa dan mama sebentar saja Tuhan aku mohon." Tangis gadis itu, ditengah luka luka memar yang ada di tubuhnya. Seorang gadis yang memiliki luka luka memar hampir diseluruh bagian tubuhnya. Gadis yang setiap harinya masih bisa tersenyum walau dia kesakitan. Kantung mata yang tebal, hidung mancung, rambut yang melewati pundak dengan lesung pipit menjadi ciri khas nya. Gadis yang selalu berdoa kepada Tuhan nya untuk mendapatkan satu pelukan dari kedua orang tua nya. Kepintaran dan senyum manis di wajahnya hanya itu kelebihannya. Ya dia ALZEINA BIMANTARA Sering dipanggil Zeina oleh orang sekitarnya kecuali orang tuanya. Putri dari seorang pembisnis sukses dan mungkin di mata banyak orang keluarga Zeina dan hidup Zeina adalah sempurna dan bahagia. Namun itu semua salah Zeina tidak pernah mengerti Apa itu kesempurnaan Apa itu Kebahagian Lantas apakah Tuhan akan mengajarkan Zeina arti kebahagian
All Rights Reserved
#15
penulispemula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dunia Alana
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • Rainie ( END )
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • ALZEA (TERBIT)
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Senja Untuk Amara (TAMAT)
  • Naura & Lukanya

Alana tidak pernah tahu bahwa kehilangan orang tua bisa membunuh perlahan-bukan tubuh, tapi semangat dan arah hidup. Sejak kepergian orang yang paling ia cintai, hidup Alana terasa seperti ruang kosong yang bergema. Setiap langkahnya dihantui kenangan, setiap harinya seperti mencoba bernapas dalam air. Ia menjauh dari dunia, dari teman-temannya, bahkan dari dirinya sendiri. Alana tumbuh dengan keyakinan bahwa kehilangan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup. Sejak kecil, ia belajar bertahan, bukan mencintai. Trauma masa lalu membuatnya sulit mempercayai siapa pun, memilih kesendirian sebagai perlindungan dari luka baru. Ia menemukan ketenangan dalam arsitektur-dunia yang bisa ia kendalikan, di mana setiap garis memiliki tujuan, setiap bentuk memiliki makna. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Zean Alebaran, klien yang berbeda dari yang lain. Zean bukan hanya seseorang yang memiliki visi kuat tentang desain, tetapi juga seseorang yang bisa membaca dirinya lebih dalam dari yang ia inginkan. Setiap kata yang diucapkan Zean seperti cermin yang memaksa Alana menghadapi ketakutannya sendiri. Saat proyek mereka berjalan, hubungan mereka berkembang dari diskusi profesional menjadi percakapan filosofis yang mengguncang prinsip hidup Alana. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu kembali menghantui dan ketakutannya semakin nyata, Alana harus memutuskan: tetap bersembunyi dalam dunia yang ia pahami atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa membuatnya merasa lebih hidup. "Dunia Alana" adalah perjalanan menyentuh tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk kembali mencintai-diri sendiri dan dunia, ia datang sebagai dilema eksistensial yang menuntut keberanian untuk melangkah ke dalam ketidakpastian. Ditulis dengan gaya naratif yang puitis dan reflektif, novel ini mengajak pembaca menyelami pertanyaan-pertanyaan eksistensial: Apa arti bahagia? Apa sebenarnya kehilangan? Mengapa manusia harus menderita? Apa itu kebebasan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines