SEMPURNA

SEMPURNA

  • WpView
    Reads 894
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 9, 2022
Ia tahu betul banyak sudut dari perempuan tunanetra itu yang tak sanggup ia sempurnakan kekurangannya, tapi hanya dengan perempuan ini semuanya terasa sederhana namun nampak sempurna. Meski begitu Aish selalu merasa masih tak cukup pantas untuk berdiri di sisi Lev sebab masa lalu, kotor ini. . "LEV TOLONG! Lev..... aku kesakitan" "Lev......" Lirih perempuan itu terbata-bata, rasanya ia ingin mati sekarang juga. Ikut lebur bersama air mata dan hujan yang turun di jam 11 malam menit ke 23, semesta seolah mengerti rasa sakit Aish saat ini hingga hujan beserta petir mampu menembus gelap gang-gang kecil perkotaan Bali. "AISH!" Tubuh Lev mati rasa tak bisa di gerakkan untuk menggapai perempuan didepannya. Hatinya terbakar hangus, air matanya menetes tak terkendali saat para lelaki bajingan itu mulai menyetubuhi Aish bergiliran di depan matanya sendiri. "Lev.... Tolong aku....."
All Rights Reserved
#705
kisahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Matahari
  • Shouldn't Be
  • Goodbye Alaska [END]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Aerilyn
  • Where am I?

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines