SECOND PRINCESS

SECOND PRINCESS

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Stemmen 1
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, apr. 19, 2022
WpInfo
Fictie
Historisch
Aku mengalah. Aku mengalah karena aku tidak ingin orang yang aku sayang merasakan kekecewaan, aku peduli dengan perasaanmu dan aku harap kamu juga bisa begitu.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Protagonist? Ewh [Completed]
  • This is Our Crazy Family [END][KUBACA]
  • LOVE IS YOU (Tahap Revisi)
  • Canvas of Love
  • TOO MUCH (Tamat)
  • ASRAR [TERBIT]
  • jangan percaya seseorang
  • The Villain Twins [END][KUBACA]
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • I'M MARIANNE [TERBIT]

Kalian dijuluki preman sekolah? Ya, kita sama haha. Murid perempuan SMA sepertiku ini kerap ditakuti oleh warga sekolah. Ntahlah, katanya sih karena aku selalu mengeluarkan aura mendominasi, tapi aku tidak merasa begitu. Preman pada umumnya akan selalu memalak orang miskin, kan? Sedangkan aku selalu membaca cerita-cerita yang membuatku berimajinasi. Kalian juga pasti seperti itu. Saat itu aku sedang membaca salah satu cerita favoritku di tahun ini, berjudul 'We Love You, Amaya' yang menceritakan tentang seorang protagonis yang sangat disayangi oleh semua karakter pada cerita. Namun, tiba-tiba saja seseorang menusukku menggunakan pisau, tepat pada jidat mulusku. Membuatku mati di tempat kala itu. Membuka mata, aku berada di tempat yang asing. Lalu datang seorang perempuan memanggilku- "Amaya!" Tunggu, apa ini? Aku bereinkarnasi ke tubuh Amaya? Sial, padahal aku berkeinginan bereinkarnasi ke tubuh Kaylie, sang antagonis. Well, setiap ada protagonis adapula antagonis nya, kan? Begitu pula pada cerita ini. Baiklah, mari kita ubah judulnya menjadi 'We Hate You, Amaya'. ⚠️ Attention, warning : terdapat kata dan adegan tidak senonoh. Mohon untuk tidak membawa hal buruk cerita ini ke kehidupan nyata.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen