C O N Q U E R O R

C O N Q U E R O R

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 16, 2022
One Alxya Jinadath kembali ke SMA Narithram. Membentuk tim rahasia untuk mengungkapkan hal aneh dari sekolah tersebut dan mencari tahu tentang sahabatnya, Third, yang mati secara misterius. Light Punchixare Osric sebagai pemimpin tim bukanlah siswa biasa seperti siswa pada umumnya. Hal ini cukup rumit, karena mereka harus menyelesaikan teka - teki yang tidak tertuntaskan dan melawan geng sisi gelap bernama Handkerchief Gang. Apakah kematian Third berkaitan dengan keanehan sekolah?
All Rights Reserved
#17
atthaphan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 12 Titik Balik (END)
  • [END] High School of Mystery: Cinereous Case
  • Saranjana [END]
  • Rahasia yang Terkubur
  • blacklist - Haechan
  • Jam Pelajaran Olahraga
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • [END] High School of Mystery: Russet Case
  • The Secrets of Prince

(Sudah revisi) SMA Garuda Merah, sekolah megah penuh ambisi, kini menjadi kandang maut bagi dua belas jiwa muda. Dalam satu malam penuh misteri, gerbang terkunci, listrik padam, dan suara Kepala Sekolah menggemakan perintah mematikan: "Bertahanlah, atau hancur bersama waktu." Aneth, gadis tangguh namun rapuh, harus memimpin teman-temannya menari di ujung pisau. Persahabatan diuji, cinta dipertaruhkan, dan pengkhianatan berbisik di setiap sudut gelap lorong sekolah. Malam-malam panjang penuh teriakan dan isak tangis, membuat solidaritas pecah. Saat darah membasuh lantai sekolah, dan satu per satu nyawa direnggut, Aneth sadar: di permainan ini, tidak ada pahlawan - hanya korban dan pengkhianat. Di ujung segalanya, saat tubuh-tubuh yang dulu hangat kini membeku, Aneth berdiri sendiri, menggenggam bendera yang kini basah oleh darah. Dari balik jeruji tak kasat mata, ia menyadari: yang tersisa dari hidup bukan kemenangan, melainkan luka yang abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines