Story cover for Sorry Heart by Caramelbun_
Sorry Heart
  • WpView
    LECTURAS 400
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 400
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado abr 16, 2022
"Jika kamu mencintai seseorang, apa kamu akan menyesalinya?

  Sahabat namun cinta, begitulah yang Elmyra rasakan setiap kali bersama sosok dirinya. Dia yang tidak pernah absen dari cerita hidupnya sejak SMP, dia yang membuat Elmyra menyusun kata - kata indah untuk mendeskripsikan sosoknya. Jika dulu Elmyra suka memandang geli orang - orang yang jatuh cinta selalu berlebihan dalam mendeskripsikan pasangannya, kini dia melakukan hal sama. Laki - laki itu tampan, baik, lucu, pintar, keren, semua kata - kata indah di kamus Elmyra tujukan padanya. 

  Rasa kagum, bahagia, dan cinta yang ia rasakan menghasilkan keinginan memiliki semakin besar. Saat perasaan itu datang, Elmyra akan duduk di teras sembari memandang ke atas langit, beharap, berdoa jika keinginan itu akan terkabul. 

  Bunga mawar tercantik yang pernah ia jumpai, begitulah isi pikiran Azka ketika melihat sosok perempuan di hadapannya. Baik dari paras hingga tingkah laku gadis itu, membangun perasaan hangat nan aneh di dalam hati. Ingin rasanya Azka bergelayut manja, bercinta, memiliki sosok gadis itu. Dia mendambakan memeluk tubuh berdurinya, meski itu sakit, dia rela melakukannya demi merasakan degup hatinya. Namun, entah karena dia tak fasih menyusun kata atau emang dia tidak siap mengutarakan cinta, dia hanya bisa memuja dan melakukan apa saja untuk bunga mawar indah itu. Meskipun itu harus menghancurkan bunga - bunga lainnya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sorry Heart a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#351lovetriangle
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Dendelion🍀 de Niskalanaraya
60 partes Concluida
🍀FOLLOW LEBIH DULU! 🌿Abadi Dalam Kenangan🌿 Aksara Adyatama dan Askara Arkatama. Anak kembar yang kemana-mana selalu berdua, harus berdua kecuali kalau lagi pergi sama kesayangan. Kembar-kembar gitu mereka punya watak yang beda banget. Kalau kata orang mereka itu kembar tidak identik. Aksa lebih dewasa, pendiam, kalem, sabarnya jangan di tanya lagi. Sedang Aska dia lebih hiperbola, suka tebar pesona sebelum bertemu pawangnya, suka banget ngambil mangga tentangga tanpa bilang-bilang habis itu pasti bakal kena jewer Aksa. Persamaan keduanya, kalau lagi senyum. manisnya ngalah-ngalahin gula satu toples. Mereka punya sahabat cewek yang kebetulan tinggal satu perumahan sama mereka. Namanya Eleena Naraya, bagus banget kan namanya. Bisa di bilang Eleena itu orangnya ambivret, enggak pecicilan tapi nggak kalem juga. Sifatnya itu bagai perpaduan antara Aksa dan Aska. Eleena bisa kalem, dan fiminim saat bareng Aksa. Bisa pecicilan dan banyak tingkah waktu bareng Aska. Percaya lah kalau pergaulan itu mempengaruhi kita. Jika akan terjadi cinta segitiga antara si kembar dan Eleena, jawabnya salah. Yang ada cinta bertepuk sebelah tangan. Mereka berusaha saling membahagiakan, saling berbagi tawa tapi bisa juga saling menyakiti dan menghadirkan derai air mata. Hari dimana salah satu dari mereka pergi, maka semua takan lagi sama. Semua bahagia itu semu, dimana mereka harus merangkak bangkit dari rasa sakit yang akan selalu menyelimuti mereka. "Kalau gue pergi, lo jangan nyolong mangga bu Tuti lagi!. Awas aja kalau lo nggak dengarin omongan gue." peringat Aksa dengan tatapan setajam belati. Aska tertawa renyah bersama Eleena, "Memang kenapa?," "Ya gue nggak bisa jewer lo lagi lah!." Sungutnya, meski dalam keadaan yang lemah.
It's Always Been You✔️  de WinterAurora00
44 partes Concluida
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
BECAUSE NOONA cover
Menghitung Hujan (Markhyuck) cover
Dendelion🍀 cover
It's Always Been You✔️  cover
NAVILLERA cover
Salam untuk senja [SUDAH TERBIT] cover
Geng Bratadikara (TERBIT) ✓ cover
A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED] cover
Ruang Kosong cover

BECAUSE NOONA

5 partes Continúa

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.