BERTAUT
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 20, 2022
ASSALAMU'ALAIKUM "saya tidak memaksa kamu mencintai saya,pernikahan ini memang atas dasar perjodohan, tapi bolehkah saya meminta untuk dihargai kali ini saja?". lelaki tersebut berjalan tanpa melihat kearah perempuan yang entah bagaimana menatapnya sedikit berbeda untuk sekarang.berjalan menjauh dari semesta lari untuk menghindari fatamorgana. "maaf,aku belum bisa melupakan masa lalu ku.sangat berat untuk melupakan memori yang seakan selalu terputar indah dengan nada-nada seirama.beri aku kesempatan lagi,aku tidak berjanji,tapi aku akan berusaha tidak melakukannya lagi". merasa kesal,marah,sedih,bahakan semua itu dipendam sendiri selama ini.semua memang seperti lampu,tidak akan selamanya terang,ada saatnya untuk dimatikan.dalam hati perempuan berhijab navy tersebut,berharap ia bisa melupakan masa lalunya.tidak mudah hampir enam tahun bersama. dengan sang kekasih menanam benih cinta bersama,namun pada akhirnya menuai trauma disertai luka. cerita ini hanya tentang masa lalu yang membekas dan tak bisa terlepas.selain itu,ada hati yang merasa terlepas bagai dibuang seperti ampas.
All Rights Reserved
#501
pondokpesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Kedua (END)
  • syanin
  • Pengantin Pengganti Yang Cacat (End)
  • Laskar Jingga
  • Derana Duka (lengkap)
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Not Mine (Ending)

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines