Story cover for GEMINI by NazwaAmelia026
GEMINI
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 16, 2022
Elena dan Selena adalah kembar identik, tak ada yang bisa membedakan mereka berdua. Bahkan orang tua mereka pun kadang salah memanggil atau pun menyapa. 

Elena Apriani Pranadipa
Selena Tiara Pranadipa. 

Mereka berdua sangat suka menjelajah saat masih kecil hingga sekarang. Elena gadis yang sangat, pintar dalam segala hal, ramah kepada siapa pun, suka bergaul dengan siapa pun, suka menulis puisi. Sedangkan Selena kebalikan dari Elena. 

Zeus, lelaki tampan satu jurusan dengan Elena sudah akrab dengan Elena sejak masuk kuliah. Zeus Gordian Trisyawakila, seorang lelaki tampan yang suka membaca buku, pintar dalam segala hal, suka menggombal hanya dengan orang-orang tertentu. 

Elena bagaikan matahari yang hangat
Selena bagaikan bulan yang suka menyendiri
Zeus bagaikan langit yang bisa menyatukan dan memisahkan bulan dan matahari di satu hari yang sama.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add GEMINI to your library and receive updates
or
#67anakkuliahan
Content Guidelines
You may also like
Bulan Bintang by sugaring__cookie
4 parts Ongoing
Ia yang dijuluki Bintang, Skayara Bintang Adhiyaksa. Ia bukan langit yang dipuja, tapi serpih cahaya kecil yang berusaha tetap menyala di tengah gelap. Seorang penghuni pagi yang berjalan dalam sunyi, membelah dingin dengan sepeda motor renta yang kini lebih sering batuk daripada berjalan. Hidupnya adalah barisan luka yang diolesi senyum retak tapi tetap indah. Setiap hari ia menjamu waktu dengan aroma kopi dan kepulan harapan hidup. Tangannya menari di antara cangkir dan kerinduan yang diam-diam ia telan dalam hirupan pertama. Ia menyapa dunia dengan tutur lembut, walau isi hatinya dipenuhi tanda tanya: "Sampai kapan aku harus kuat?" Tak banyak yang melihat kehidupannya, tapi ia adalah puisi berjalan disusun dari kepingan lelah, dipoles oleh harap. Ia tak bersinar terang, tapi cukup gemerlap untuk diingat oleh langit yang pernah kehilangan bintangnya. Ia yang dinamai Bulan, Raespati Bulan Sadipta. Lelaki itu adalah senyap yang bersuara. Diamnya bukan karena tak peduli, tapi karena ia menyimpan terlalu banyak sakit yang tak sanggup diucapkan kata-kata. Ia tinggal di antara deru mesin dan debu jalanan, di mana suara knalpot adalah musik, dan peluh Tangannya kasar seperti jalanan rusak, tapi setiap gerakannya adalah sajak membenahi yang rusak, menyambung yang patah, menghidupkan yang mati. Bengkelnya kecil, nyaris tersembunyi oleh waktu, tapi hatinya luas, menyimpan matahari yang enggan terbit. Ia tak mencari dunia. Ia hanya ingin bertahan. Hidupnya adalah malam panjang yang ditemani bulan sabit: separuh terang, separuh gelap, namun tetap bertahan menggantung di langit. Dan dalam diamnya, ia berharap seseorang akan datang bukan untuk menyelamatkan, tapi untuk duduk bersamanya dalam sunyi.
You may also like
Slide 1 of 8
ITS NOT SAME ANYMORE (END) cover
ANGKASARAYA cover
From Me in Somewhere cover
Senja cover
Langit Senja [𝗧𝗲𝗿𝗯𝗶𝘁] cover
Bulan Bintang cover
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
Langit Yang Tak Lagi Biru cover

ITS NOT SAME ANYMORE (END)

33 parts Ongoing Mature

Merangkul dalam suka dan duka Saling memberi kenyamanan dikala gundah Menangis bersama disaat ada yang tersakiti Tiada hari tanpa bersama Seperti bulan dan bintang Namun kini semuanya berubah Hening, saling melewatkan dan enggan untuk menyapa Menjadi dua orang yang asing Seperti dua insan yang saling membenci Bagaimana bisa dua insan yang layaknya bulan dan bintang, tidak pernah terpisahkan, berubah menjadi matahari dan bulan yang sangat mustahil untuk menyatu? Freen dan Becky yang dulunya adalah sepasang sahabat yang saling melengkapi dan enggan untuk berpisah. Namun karena keadaan, memaksa mereka untuk berpisah dan menjadi asing. Setelah bertahun tahun berpisah, dan dipertemukan kembali dalam sebuah project, bukannya saling melepaskan kerinduan keduanya malah saling mengujar kebencian. Tiada hari tanpa pertengkaran diantara keduanya. Namun demi profesionalitas kerja, mereka menyampingkan ego dan mencoba untuk berdamai dengan masa lalu. Dan pada akhirnya tanpa mereka sadari, rasa yang dulu mereka miliki ternyata masih terpatri dengan indah dalam hati mereka. Tapi realita menyadarkan mereka, bahwa semuanya sudah terlambat. Freen dan Becky tidak akan menjadi FreenBecky. Mereka tidak akan pernah menyatu. Dan lagi lagi, mereka menyangkal perasaan masing-masing.