TMH 2 : Hidden Existence

TMH 2 : Hidden Existence

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 18, 2022
Oh tidak! Apa ini nyata? Makhluk dengan tubuh selayaknya manusia namun sedikit terlihat membungkuk dan terdapat gundukan di tengkuknya. Balutan lumut dan lendir menambah kesan menyeramkan pada mereka persis seperti yang pernah Eva temui sebelumnya. Siapa sangka makhluk tersebut kini berhasil mengambil alih dunia dari tangan manusia seutuhnya. Bagaimana itu bisa terjadi? Bahkan Eric pun kini muncul dan mengingat semua kejadian saat itu dan bersama-sama dengan Eva berniat untuk membersihkan bumi dari makhluk-makhluk itu dan mengembalikan peradaban manusia di bumi ini. Lalu, apakah Sammy juga akan muncul kembali? Dan membantu keduanya? Atau bahkan merusak segalanya? Disarankan untuk membaca THE MYSTERIOUS HOLE sebelumnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • Silent Prison
  • NECROPOLIS
  • Sarhad (Bisai #2)  | ✓
  • Tears of the deep
  • Transmigrasi Indigo || END

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines