Religion. Yuki Ishikawa

Religion. Yuki Ishikawa

  • WpView
    مقروء 371
  • WpVote
    صوت 8
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أربعاء, أغسـ ١٠, ٢٠٢٢
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
Intan putri paradifta. Adalah seorang pemain volly timnas perempuan dari Indonesia, bercita cita ingin bermain di jepang dan menjadi bagian dari tim ryujin nippon, dan yang sedikit mengejutkan banyak orang bahwa ia beragama islam. Tapi tak di sangka ia langsung bertemu dengan kapten timnas jepang Pria bernomor punggung 14 dengan nama keluarganya di atas nomor punggungnya bertuliskan ISHIKAWA di belakang jaket yg ia pakai, di dekat lapangan volly nippon, yang notabene adalah crush-nya? "Aishiteru, in-chan" "I'm sorry, our religion is different yuki-san" "Se-lamat atas pernikahan-mu ya in-chan" "Yuki-san.. terimakasih, dan maafkan aku.."
جميع الحقوق محفوظة
#1
yujinishida
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Menepilah Cinta
  • PDKT 7D • Akagi Michinari •
  • Sang Atlet
  • _LOST SMILE AND LIGHT_
  • My Dream Is My challenge✔ (TAMAT)
  • The Player
  • 𝐇𝐀𝐈𝐊𝐘𝐔𝐔 𝐅𝐚𝐧𝐟𝐢𝐜: Accidentally become Inarizaki's Manager
  • Friendzone

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى