Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 24, 2022
Kisah ini berawal dari sebuah pertemuan seorang gadis bernama Bumi dengan seorang laki-laki bernama Langit. Perkenalkan namaku Bumi Terra Swastamita, panggil saja Bumi. Ya, memang benar apa yang dikatakan author diatas. Aku mengawali kisah bahagia, senang, suka, duka, dan sedih ini bermula ketika aku bertemu dengan Langit. Aku pertama kali bertemu dengan Langit saat kita berada di satu sekolah yang sama yaitu di SMP Cendana 2. Pertemuan pertama yang kurang mengenakan bagiku. Pertemuan yang kamu bilang kurang mengenakan itu juga pertemuan awal kisah kita. Padahal aku cuman jahil ke kamu hihi malah ngebuat first impression kamu jadi kurang enak ke aku. Oh ya, hai para pembaca, perkenalkan namaku Braga Langit Adibrata. Aku si cowo cool pemikat banyak wanita tetapi ku bukan buaya, haha. First impression ku pada Bumi cukup asyik jika diingat hihi. Eitss, kembali lagi ke author. Kisah awal mereka tidak begitu rumit tapi begitu asyik. Namun, ada beberapa rangkaian kejadian atau masalah terjadi ditengah hubungan mereka yang sedang dilanda cinta monyet. Walau semuanya berakhir menjadi kisah pilu yang tak ingin ku ingat kembali. Namun apakah ini sebuah akhir? Mungkin tidak, ini hanyalah takdir yang belum berakhir.
All Rights Reserved
#825
bumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Bumi Di Langit Asia
  • Bintang Di Langit [End]
  • Langit Senja [end]
  • LANGIT
  • Langit Artharendra
  • GALANG [SELESAI]
  • Langit Menanti Senja[Completed]

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines