Teruntuk, Naa

Teruntuk, Naa

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 19, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sajak lanjutan dari titip rindu untuk Naa, setelah kepulanganku tempo hari dari perjalananku di kalimantan, aku kembali dipertemukan dengan kenyataan yang cukup pelik. Yaa, kembali berpetualang mencari kepingan linimasa yang hilang. Kurasakan masih samar-samar. "Ku harap, aku kembali menemukanmu" -secuil catatan: Sebuah sajak komunikatif dari sudut penulis dimana penulis ingin pembaca bisa berasumsi, memaknai atau berperan sebagai Naa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#168
kesedihan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Setelah Langit Berbisik
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Puisi Romantika Kuno
  • Puisi Kemana Saja
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Rajutan Kalimat Rindu
  • Kepada Rindu Yang Semestinya

Zana Zakeisha merasa dunianya runtuh saat Danar Danendra, kekasih yang telah menemaninya selama dua tahun, memutuskan hubungan mereka tanpa alasan yang jelas. Di hari jadi mereka yang kedua, Danar meninggalkan Zana dengan sebuah kotak berisi 30 surat dan satu syarat: baca satu surat setiap hari selama 30 hari ke depan. Setiap kata dalam surat itu bukan hanya memutar waktu, tetapi juga membuka luka lama yang sulit disembuhkan. Namun, di tengah perjalanan membaca surat-surat itu, Zana bertemu Adiran Raziin, seorang mahasiswa sastra yang penasaran dengan rahasia yang disembunyikan Zana di balik kesendiriannya. Adiran menemani Zana mengungkap makna tersembunyi dalam surat-surat tersebut. Tanpa disangka, Adiran mulai jatuh hati pada Zana, sementara Zana terjebak antara kenangan tentang Danar dan perasaan yang mulai tumbuh untuk Adiran. Dalam perjalanan penuh makna ini, Zana terjebak diantara kenangan masa lalu dan cinta yang baru, mereka berjuang untuk menemukan arti sejati dari sebuah kata perpisahan. ☆☆☆ Setelah langit berbisik nanti, Dan kamu melangkah tanpa ada aku disisimu lagi, Tersenyumlah di bawah cahaya mentari pagi, Sebab, bahagiaku adalah melihatmu dalam sunyi. Danar Danendra_ #Masih banyak kesalahan ketik dan kesalahan dalam ejaan, mohon di maklumi ya, semua kesalahan pengetikan akan di perbaiki saat revisi, terima kasih. #Jangan lupa vote⭐, komentar dan follow ya! # semua latar, tempat, waktu, nama dan suasana di cerita ini hanyalah fiksi dan real pemikiran sendiri. #Dilarang keras menjiplak karya ini dalam bentuk apapun, termasuk mengambil salah satu kutipan dari cerita ini. #Ayo temen-temen bantu ramaikan tagar #setelahlangitberbisik dan #sembuhdaripatahhatibersamamentari diakun instagram @mentarii_rzky dan juga tik-tok @mentari. SELAMAT MEMBACA ^^

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan