We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Perfect Human: Aku merubahnya

Perfect Human: Aku merubahnya

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"mau jalan ga sayang?" Tutur lembut afgan, kata tersebut membuat Alista salting bahkan jantungnya berdetak dengan kencang. Afgan menarik tangan Alista segera menuju parkiran untuk menaiki motor milik afgan. Afgan menancap gas dengan cepat, Alista shock tak sengaja ia memeluk afgan, itu hanyalah modus afgan agar Alista peka untuk memeluk nya. "Afgan pelan pelan ih." Cibir marah alista. "Yaudah iya maaf, nona." tutur lembut afgan. Alista melepas pelukan tersebut ia kembali duduk semula tanpa memeluk afgan. Afgan menarik tangan kiri alista dan menaruh nya di perut, ia mengelus tangan kiri alista dengan lembut. "Peka dikit ya cantik." sindir afgan. "Bawel." Singkat alista. Alista segera menaruh tangan kanan nya dan memeluk afgan dengan erat. "Nah gitu dong kan." cibir afgan dengan mimik wajah senyum. Follow My media sosial ! Instagram :@xyrara TikTok. :@rarazxy130108
All Rights Reserved
#34
juga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang
  • Arkana [COMPLETED]✔️
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Arsyilazka
  • Im Yours.
  • SI TAMPAN AERO
  • ON SIGHT (Completed)
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • RAISEN
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines