Telaga

Telaga

  • WpView
    MGA BUMASA 19
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Apr 19, 2022
Dinegeri seribu bahasa dan budaya tercurahkan perasaan yang kaku dan hitam. Perjalanannya mengarungi Lika liku kehidupan mulai menekan, Disaat masa kecilnya dia ditinggal pergi ibunya tepatnya saat kanker mulai menggerogoti ibunya. Ayahnya belum bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya, Dialah "Bintang" harapan terbesarnya adalah bisa merubah status kehidupannya, bisa merasakan cinta, dan bahagia.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Meraih Cinta Suamiku
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • My Sugarman
  • Juan [REVISI]
  • Bintang yang Tersenyum
  • Suck It and See (Complete)
  • Obsessed My Little Wife
  • KALANA
  • HATI SANG IBLIS

Menikah karena dijodohkan dengan seorang yang dari segala sisi sempurna Arina mengira jika dirinya akan bahagia bersama dengan pilihan orangtuanya, tapi rupanya hidup tidak berjalan seperti yang Arina inginkan. Sadewa Natareja, pria yang masuk ke dalam jajaran anggota dewan rakyat paling muda ini nyatanya tidak bisa menjadikan Arina sebagai seorang istri yang seutuhnya. Pengorbanan Arina menerimanya yang berstatus duda dan merawat anaknya yang berusia kurang dari satu tahun nyatanya tidak bisa membuat Dewa mencintai Arina seperti dirinya mencintai istri pertamanya, Husna. Dimata Dewa, Arina tidak lebih dari seorang wanita yang dipilihkan ibunya untuk menjadi teman dibawah atap yang sama dan sosok yang menjadi ibu untuk putra kesayangannya sebaik apapun Arina berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Semua hal yang dilakukan Arina serasa tidak berarti sama sekali sampai akhirnya Arina lelah sendiri, meraih cinta suaminya nyatanya hal yang mustahil bagi Arina. Perlahan, Arina menjauh membangun benteng tinggi yang membuat Dewa tersadar betapa seharusnya dia bersyukur memiliki Arina dalam hidupnya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. "Mas Dewa, aku capek."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman