"Memang kita tak ditakdirkan bersama. Kala Sarah mencuat juga sakit, diam membisu pun terasa perih. Andai dulu kita hanya air dan cahaya yang melintas, tanpa berpapasan. Tapi kini malah hanya menjadi pelangi yang tak berujung, lalu dimana ujungnya TUHANNN!!!!!!!!! APAKAH ENGKAU MEMANG SANG KHOLIK YANG MAHA PENCIPTA? TAPI BARU KUSADARI, ENGKAU ITU HANYA PENDUSTA, YANG TAK TAU CARA MENCIPTAKAN APAPUN"
Memang cinta segitiga sering terjadi, tapi menurutnya ini adalah cinta segitiga yang tak bersudut dan berujung dengan tragis.
Musuh yang mengintai entah SIAPA, cinta yang menggebu nan ujungnya entah DIMANA sampai - sampai persoalan sulit dan rumit ini pun entah KAPAN selesai.
Ujang tetap diteror. Walaupun Hana-teman sekelasnya selalu ada disampingnya, tetap saja teror itu selalu datang. Wajah Ujang, entah mengapa selalu terbesit di pikiran Sarah walau sudah ia hilangkan jauh - jauh.
Keluarga Sarah pun tak Sudi, amarah Amah pun merebak bagai biang kerok dari semua penderitaan Ujang.
Tapi apakah Ujang bisa menyelesaikannya? atau siapa yang akan mendampinginya menghadapi teror tersebut? Dan siapakah pelakunya?
Ini bagaikan Katumbiri, indah tapi beragam dan yang pasti TAK BERUJUNG.
Todos os Direitos Reservados