Blood Destiny : Kill Me, My Friend

Blood Destiny : Kill Me, My Friend

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 28, 2023
Benang takdir tidak dapat diputus, semua yang akan terjadi tidak dapat dirubah. Naga adalah makhluk yang paling ditakuti oleh manusia, mereka berusaha memusnahkan naga sambil menciptakan sebuah perang dengan sesama manusia dan membuat menderita manusia lain yang tak berdosa Mengisahkan tentang persahabatan yang diuji oleh takdir dan pengorbanan yang tak terelakkan. Cerita ini dimulai dengan dua sahabat sejak kecil yang tumbuh bersama dan bersama-sama berjuang hidup di kota. Sejak kecil mereka sudah menjalani hidup yang keras demi bertahan hidup. Saat dewasa mereka menjadi seorang ksatria yang hebat dan harus menjalani perang, entah melawan penjahat, kerajaan lain maupun naga. Namun suatu hari mereka juga harus bertarung melawan takdir yang menentukan nasib persahabatan mereka. Takdir darah telah menentukan nasib kehidupan mereka. Tanpa menyerah mereka berjuang melawan takdir darah tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Little Home || TXT
  • Fate
  • Petualangan Lira dan Para Naga
  • HAUNTED (tamat)
  • Rumah Dan Teman? [END]
  • GHOST BESIDE YOU (CATNIPZ) ✔️
  • Lethe (Gojo Satoru × Reader)
  • Raden Aluna | END
  • Takhta Ilahi Dari Darah Purba

--- Kosan Sariwangi hanyalah sebuah kos-kosan kecil di sudut Kota Bandung, namun bagi enam penghuninya, tempat itu adalah rumah kedua yang penuh cerita. Di balik dindingnya yang sederhana, terjalin ikatan yang jauh lebih kuat dari sekadar hubungan teman satu atap. Dikelola oleh Bu Ayu, kosan ini menjadi tempat bernaung bagi lima pemuda perantauan. Haikal si bijak yang selalu jadi penengah, Junair yang penuh ide gila, Sabiru si pendiam yang hangat, Tegar yang cuek tapi perhatian, dan Bentala yang selalu jadi sumber tawa. Di antara mereka hadir Kalisya, keponakan Bu Ayu yang baru saja pindah dan membawa angin segar dalam keseharian mereka. Meskipun awalnya canggung, kehadiran Kalisya perlahan mencairkan batas di antara mereka, menjadikan kebersamaan semakin erat. Meski datang dari usia dan latar belakang yang berbeda, kelima pemuda itu sangat menyayangi Kalisya, si bungsu penghuni kosan, layaknya adik kandung sendiri. Bersama, mereka melewati hari-hari penuh tawa, drama kecil, dan kebersamaan yang tulus. Di tengah kesibukan hidup merantau dan jauh dari keluarga, Kosan Sariwangi menjadi pelabuhan hangat tempat mereka berbagi cerita, tumbuh, dan saling menjaga. Ini bukan hanya tentang tinggal bersama, tapi tentang menemukan keluarga dalam bentuk yang tak terduga. --- [On going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines