Aku, kamu dan Tuhan

Aku, kamu dan Tuhan

  • WpView
    LETTURE 408
  • WpVote
    Voti 100
  • WpPart
    Parti 18
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, dic 25, 2022
"Aku percaya setiap takdir Tuhan itu adalah baik Ay, pertemuan kita adalah takdir. Tuhan pasti tolong kita" Itulah dia Arrasya yang selalu meyakinkan sang pemilik hati, Ayra. Bahwa Tuhan akan memiliki rencana baik, untuk hubungan yang penuh akan pembatas. Entah rencana baik itu apa terus bersama atau berpisah. Tapi Ayra masih ragu tentang itu, ia tak pernah berharap lebih tentang hubungannya. Ia ikuti saja kemana takdir akan membawanya dan jika takdir itu telah sampai ia akan berusaha siap dengan apa di temui tetap bersama atau berhenti. "Aku juga percaya Ar, bahwa setiap takdir tuhan adalah baik. Rencana Tuhan ku dan Tuhan mu adalah baik". Tidak tau seperti apa nanti, semoga semesta berbaik hati atas apa yang mereka jalani. 🧸🧸🧸 Motivasi: tetaplah menulis, walaupun sedikit yang baca. Karena sedikit-sedikit jadi bukit. Begitu kan??
Tutti i diritti riservati
#520
agama
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Never Be The Same
  • Surat Dari Gereja Katedral
  • ELBITHARA
  • Ukasya & Arsyla - ( On Going )
  • DIANTARA SEAMIN DAN SEIMAN
  • [✔] AKSARASSA
  • Line Of Destiny
  • AKSARAJASA [✓]
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Skenario Allah✔[End]

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti