TATAPAN 2 DETIK

TATAPAN 2 DETIK

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 22, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Raisa Zaraa Queensha, gadis cantik dari keluarga sederhana dan taat agama yang memiliki sifat periang, dan terkadang sedikit barbar. ayahnya terkena stroke dan ibunya tidak bisa bekerja, dikarenakan Shafa mempunyai adik yang masih kecil yang tidak bisa ditinggal. kehidupan Raisa cukup sederhana, rumah menyewa, dan sebelum sakit ayah Raisa bekerja sebagai kuli bangunan. meskipun sederhana, Raisa memiliki segudang prestasi yang membanggakan siapa saja yang mendengarnya. •••• Rayyan El Raffiq, seorang pemuda tampan anak dari Alan El Raffiq dan Aida Maudya El Raffiq. Rayyan merupakan anak dari orang berada, ayahnya mempunyai perusahaan yang cukup besar dan ibunya mempunyai toko kue terkenal. Rayyan sendiri termasuk anak yang taat dengan agama karena sedari kecil ia sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya. Rayyan tinggal di komplek perumahan elite di kota nya. Rayyan juga anak bungsu dari tiga bersaudara. kakak laki laki Rayyan bernama Arfan El Raffiq dan kakak perempuan Rayyan bernama Syafira El Raffiq. •••• ini kisah tentang pertemuan dua insan yang tak pernah di duga. Tatapan itu, Tatapan dua detik itu seolah mengikat keduanya. •••• 19 april, 2022. votenya pren, hehe.
All Rights Reserved
#140
rayyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • Al N' Ray
  • SATU NAMA DALAM DO'AKU
  • Kisah Aksal si Casa(NO)va [SELESAI]
  • Tentang Senja [VERSI REVISI]
  • Milk for Rayyan
  • CHRONICWHRAT: MISTERI MENGAPA IA KEMBALI LAGI
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • SHEIRAZ PLAN ✓

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap matanya berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Ini kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines