Hak Aku (Perempuan)

Hak Aku (Perempuan)

  • WpView
    OKUNANLAR 123
  • WpVote
    Oylar 35
  • WpPart
    Bölümler 12
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, May 1, 2022
"Perempuan itu kamu, Na" katanya dengan senyum jail. "Yang serius, Daf..Perempuan itu kayak gimana di mata kamu?" "Iya iya, Perempuan itu ga bisa di deskripsiin, Na. Yang jelas perempuan itu aneh tapi sosok yang kuat dan keren. Aneh karna susah buat di ngerti tapi untungnya aku selalu mengerti kamu, Na. Perempuan itu lemah dan mudah rapuh, tapi dia kuat dalam menutupi segala hal dan bisa menyelesaikan masalah cuma dengan support dari satu orang" katanya lagi dengan wajah cukup serius. ".........."
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Tokoh Utama
  • GRIZLEN {On Going}
  • Coffe Shop
  • Im Yours.
  • Make a Story With You
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • Kizu
  • Cinta Di Balik Kost-an

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi