Ilusi [ON GOING]

Ilusi [ON GOING]

  • WpView
    Reads 1,591
  • WpVote
    Votes 788
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 3, 2024
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 🚫DILARANG PLAGIAT Masih banyak revisi🙏 🪐🪐🪐 SELLA CALLIOPE, hidup dikelilingi kemewahan. Kehidupannya bagai dongeng. Namun, di balik gemerlapnya itu, Sella merasakan kekosongan yang mendalam. Ayahnya, sosok yang tak pernah ia kenal, telah tiada sebelum ia lahir. Sejak kecil, Sella selalu penasaran dengan sosok ayahnya. Pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya terus menghantuinya. Hingga suatu hari, sebuah petunjuk tak terduga mengantarkannya pada sebuah rahasia kelam yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh ibunya. Kecewa, sedih, dan marah bercampur aduk dalam hatinya. Sella merasa dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Dihadapkan pada kenyataan pahit ini, Sella harus membuat pilihan sulit: bertahan dalam kebohongan demi menjaga keluarganya, atau pergi mencari kebenaran dan melepaskan segalanya. Pilihan mana yang akan diambil Sella? Akankah ia mampu menghadapi kenyataan pahit dan menemukan kedamaian batin? Start 7/9/24 Finish? ©SaturnOnly
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK [TERBIT]
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • Psychopath Fiance [END]
  • REINKARNASI (END)
  • AURA [COMPLETE]
  • ALGENTA
  • ᴹᴱᴺᴱᴹᴮᵁˢ ᴮᴬᵀᴬˢ ᴵᴸᵁˢᴵ || # ³ ᵗʳⁱˡᵒᵍʸ
  • He Came Back Again [21+]
  • VieRa (TAMAT)
  • Waktu Awan dan Rembulan

Sudah terbit di nawalara.media. Untuk info pembelian bisa DM Instagram author @a_pjlst Rank: # 1 - bunuh diri (20 Desember 2023) # 1 - pembalasan (16 Mei 2024) # 2 - dendam (20 Mei 2024) # 3 - misteri (7 Juli 2024) Kedatangannya bagai bom waktu, terutama untuk mereka yang menjadi dalang dari kematian gadis itu. Aura Bercly Alexander, ia kembali untuk menghukum mereka yang menutup mata akan ketidakadilan. Tak ada tatapan sendu, takut atau jalan menunduk, kini hanya ada tatapan mengintimidasi yang ia layangkan. "Ngga mungkin kan dia, kembali?" "Please, bilang ke gue ini cuma prank!" Sesekali ia tersenyum menatap seluruh penghuni sekolah dari atas gedung berlantai 3 itu. "Bukankah kurang lengkap jika kebahagiaan tanpa adanya ketakutan?" ••• PLEASE DON'T COPYRIGHT MY WORK!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines