Arah Pulang: CIKARANG

Arah Pulang: CIKARANG

  • WpView
    Reads 1,539
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
#1 teen 040426 04.00 WIB. Bangun di Cikarang. 05.30 WIB. Perang di Commuter Line. 08.00 WIB. Masuk ke kandang singa di Jakarta Selatan. Bagi Kinanti Aruna, hidup adalah soal bertahan hidup. Dia adalah "Putri Gerbong" yang ditempa kerasnya rel kereta dan dinginnya AC gerbong yang sederhana. Mimpinya cuma satu: Lulus dengan tenang dari Universitas Persada Nusantara. Tapi ketenangan itu mahal harganya saat dia berurusan dengan Ragan Dirgantara. Pewaris tunggal, arogan, dan terbiasa melihat semua orang menunduk padanya. Bagi Ragan, masalah apa pun bisa selesai dengan lembaran uang merah. Sampai dia bertemu Kinan. Gadis yang menatap matanya dengan berani dan menolak uang damainya mentah-mentah. "Sepatu kamu mungkin mahal. Tapi tata krama kamu? Nol besar." Ini bukan kisah Cinderella yang menunggu diselamatkan pangeran. Ini kisah perang harga diri antara gadis yang tak punya apa-apa selain nyali, melawan cowok yang punya segalanya kecuali hati. ⚠️ Author's Note: jujur, cerita ini plotnya emang pasaran dan agak klise ala-ala badboy badboy gitu. murni ditulis karena kegabutan kuliah yang hakiki. jadi, jangan harap plot berat yang bikin mikir keras ya! ini bacaan ringan buat seru-seruan aja. (P.S: dijamin bikin baper, soalnya authornya pas nulis ini juga sambil senyum-senyum sendiri wkwk).
All Rights Reserved
#2
teen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERIKAT MASA LALU (END)
  • LILA : Janji di Bawah Langit Jawa [ON GOING]
  • N A L A (Cerita Nala)
  • Target: Mantan calon Ayah Mertua
  • Our Unwritten Interlude
  •  𝐒𝐢𝐧𝐜𝐞𝐫𝐞 𝐋𝐨𝐯𝐞 [𝐄𝐍𝐃]
  • Unprofessional Diagnosis [END]
  • Elle Canossa
  • Royal Sky: The Untold Bloom of Michel
  • Way Back To You

Tiba-tiba bertemu dengan sang masa lalu setelah 17 tahun tak pernah bersua, membuat hidup Nirmala Dahayu seperti berjalan di tubir jurang. Kesepakatan yang Mala langgar atas perjanjian yang telah mereka berdua sepakati di masa lalu membuat hidupnya tak tenang. "Kita cuma dua remaja yang bikin kesalahan bodoh malam itu. Kita harus singkirin dia. Aku enggak mau anak itu nantinya jadi bencana buat kita berdua..." Ucapan itu, masih melakat sampai berkarat pada ingatan Mala. Bagaimana jika Tarendra Pradipta sampai tahu, jika ia mempertahankan apa yang seharusnya ia lenyapkan? Akankah hidup mereka berakhir bencana seperti yang pria itu katakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines