Unfinished Story

Unfinished Story

  • WpView
    Dibaca 38
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 24, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
bagaimana bila satu sekolah atau sekelas dengan mantan? apalagi belum move on? ini yang dirasakan oleh gadis cantik bernama Kelly Ayunda Putri , setelah ia mengunjungi omanya di jerman , ia pun kembali ke Indonesia. setelah tahu ia masuk ke sekolah barunya dan dia terkejut saat melihat mantan kekasihnya itu sekolah disana juga. Antara sedih dan senang bisa bertemu kembali dengan masa lalunya namun luka nya belum kering padahal hubungan mereka sudah kandas tiga tahun sebelumnya. Apalagi setelah tahu mantannya itu yang terkenal dingin dan cuek itu mempunyai tunangan, rasanya nyesek banget tapi ia senang mantannya sudah bisa menerima takdir. Akankah sang mantan mengetahui kehadirannya? Bagaimana bila mantan tahu alasan dibalik permintaan berakhirnya hubungan nya dengan Kelly? Apakah masih ada secuil harapan? Atau kesempatan untuk merubah masa depan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#40
kelly
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • My ice man
  • Diam Diam Nikah
  • About You And Me
  • Kezia Nathan
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Nazia
  • PACAR PAKSA

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan