Story cover for Dunia JJ by sudutpojok
Dunia JJ
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 21, 2022
"Kenapa sih, Lo gak coba akur sama gue! capek tau, tiap hari teriak- teriak!" gadis cantik itu memasang muka betenya.

"Emang sehari gak bikin kesel gak bisa ya"lanjutnya dengan berangan-angan meninju cowok itu.

"perasaan gue ga pernah ganggu lo" cowok cool itu menoleh ke belakang, meninggalkan pekerjaannya memaku meja. Sorot tajam matanya melihat tetangga sekaligus sahabatnya itu marah.

"Lo tadi makunya kenceng banget, udah tau kamarnya sebrangan! gue kebangun gara-gara Lo !!!"

"Cewek kok urakan banget, mana kerjaannya bangun siang, salah sendiri tidur di rumah gue" Gadis itu meremas tangannya kuat, selain matanya yang bersorot tajam, mulutnya juga tak kalah tajam seperti pisau.

"Ihhh....kalo gue ga takut sendiri, ga bakal w tidur dirumah looo"
tanpa aba-aba cowok itu berjalan ke arah gadis itu, dan berhenti tepat didepannya. Dia menunduk dan mensejajarkan dirinya dengan si cewek.

"Iya deh iya, nenot yang suka marah" cowok itu mengelus rambutnya yang berantakan. kaget bukan main, gadis itu memundurkan kepalanya, saat wajah cowok itu tiba-tiba saja bersinar dengan lesung Pipit di senyumannya.
All Rights Reserved
Sign up to add Dunia JJ to your library and receive updates
or
#670benci
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Salam Terindah cover
Because I'm Stupid (End) cover
Arsyilazka cover
ARTAN  cover
Serpihan Luka cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
36 days with you {saida} [End] cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover
Jalan Semesta ( Nara Bianca & Jovanka Natan)  cover

Salam Terindah

19 parts Complete

Barra." "Hm." "Tolong sabar sedikit lagi ya." "Buat?" "Aku tahu kamu nggak nyaman denganku, aku tahu aku cuma pengganggu buat kamu, aku tahu kamu risih, kamu malu dan benci sama cewek yang pecicilan kaya aku," "Terus?" "Aku-" Nyala terdiam ia ragu untuk mengatakan isi pikirannya itu. "Aku akan berusaha buat ngilangin rasa suka aku ke kamu." sambung Nyala dengan memejamkan mata. Sementara Barra nampak mengerutkan kedua alisnya. "Kenapa?" tanyanya kemudian. "Apa?" Nyala terkejut dengan jawaban Barra "Apa, Kamu tidak ingin aku berhenti mencintaimu?" Senyuman Nyala mengembang begitu lebar disertai mata berbinar senang. "Kenapa nggak berhenti dari dulu." sambung Barra tentu saja ucapan Barra itu membuat semburat kecewa di wajah Nyala.