Luka
  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2022
Na Jaemin. Lelaki tampan bermarga Na yang hidup tanpa mengenal rasa takut. Terasingkan dari keluarga besarnya membuat dia menjadi pribadi yang tidak mengenal simpati. Dia menutup erat luka yang dimilikinya. Begitu erat hingga tidak ada satupun orang yang tahu. Hingga pertahanannya runtuh ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan gadis berparas manis yang memikat hatinya. Gadis yang berusaha dengan mati-matian meyakinkan Jaemin untuk berdamai dengan masa lalunya. Melia Syakila. Gadis manis dari keluarga sederhana. Gadis yang menjalani hidup dengan ceria. Namun, siapa sangka?. Gadis ini menyimpan trauma dari masa lalunya. Luka dari pengorbanan yang dilakukan oleh seseorang yang di cintainya. Membuatnya selalu terbayang-bayang oleh perasaan sesal dan bersalah. Hidup Jaemin berjalan dengan tenang hingga seseorang datang mengusik kehidupannya. Berambisi untuk menghancurkan hidupnya dan membuatnya kembali kehilangan satu persatu orang yang di cintainya. Akankah mereka dapat menyembuhkan luka mereka? Atau justru semakin memperparah luka yang mereka miliki? Akankah pelangi akan muncul setelah hujan reda seperti yang di janjikan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  • Choose
  • Memory in My Heart [END]
  • cinta yang terluka
  • REDUM
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • 31 Months for You (Revisi)

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines