AMORPHOUSE

AMORPHOUSE

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 21, 2022
• Dirangkulan indahnya langit malam, angin yang berhembus membelai lembut bumi dan isinya seakan merayu para manusia agar terlelap, meninggalkan gelapnya semesta dunia. Namun, tampaknya sepasang mata boneka itu masih enggan untuk menutup. "Bagaimana?" "Bagaimana? Apanya?" "Bagaimana cara saya menyampaikan rasa yang bahkan tak memiliki bentuk ini?" Garis manis itu tertarik membentuk lengkungan indah nan memesona. Menghasilkan semburat merah pada pipi indah sang lawan bicara. -- -smartchoco_
All Rights Reserved
#176
dokter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COUPLE GOALS (REVISI)
  • ArKa (End)
  • Qiyamah Senja-completed
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Bersamamu Halalku √
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Rasa Dalam Sujudku
  • My Perfect Husband

"Jangan nangis di depan gue, gue malah nggak suka. Jangan diulang lagi ya." Nadanya melembut juga pandangannya yang melembut menatap Alkena yang menunduk dengan mati-matian menahan air mata yang hampir lolos itu. Tapi, gadis itu tampak bisa bernapas lega, ketika Alan suaranya kembali melembut. Tapi bagaimana bisa sifatnya berubah-ubah, begitu? Alan menyadari, gadisnya itu masih takut padanya. Dirinya ber-inisiatif untuk menghibur Alkena agar ketakutan didalam gadis itu dapat menghilang. "Kamu pendek banget, ya?" tanya Alan. Oke! Ini adalah pertanyaan konyol yang ditanyakan oleh Alan. Gadisnya masih menunduk. "Liat, lo aja nggak sampek sebahu gue. Padahal, Bunda lo tinggi lho, Ayah lo juga tinggi. Kok lo pendek, ya?" ucap Alan menghibur. Tapi, Alkena masih dengan keras kepalanya telah mengabaikan Alan. Gadis itu masih menunduk dengan menahan tawanya, agar tidak pecah di hadapan Alan. "Tapi gue suka lo, banget malahan. Sini peluk gue," goda Alan. Pecah sudah tawa Alkena. Yang membuat Alan tersenyum melihat tawa Alkena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines