My Former, Boss!

My Former, Boss!

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 26, 2022
Begitu sulit bagi Freya melupakan seorang Zein, mantan kekasihnya dulu. Namun entah nasib sial atau bagaimana, kini Freya harus kembali berhadapan dengannya. Dan parahnya, dia menjadi atasan Freya di tempat kerja! Bekerja mencari uang saja sudah sulit, apalagi harus berhadapan dengan masa lalu yang kelam? Haruskah Freya mencari pekerjaan lain? Atau menghadapi masa lalunya? *** "My Lita, please don't leave me!" Freya menggelengkan kepalanya pelan. "I'm sorry, I can't with you again!" "Beri tahu aku apa halangan dalam hubungan kita, aku akan singkirkan itu untuk kita!" "Berhentilah bermimpi, jarak kita terlalu jauh dan itu tidak mungkin disingkirkan!" => 🏅 Peringkat 3 di #Romansakantor 25 April 2022
(CC) Attribution-ShareAlike
#84
status
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Hearts Collide
  • Perverter FRIGID [Girls Knight #3]
  • Shout Out To My Ex
  • MY FAKBOY [END]
  • My Fated Girl [END]✓
  • Special Husband
  • freYAlika [On Going]
  • Zenna Story
  • Dear Mia
  • See You After Midnight [END]

Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*

More details
WpActionLinkContent Guidelines