Tak Pernah Selesai

Tak Pernah Selesai

  • WpView
    Membaca 2,028
  • WpVote
    Vote 680
  • WpPart
    Bab 75
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 29, 2023
WpInfo
Puisi
Kumpulan puisi untuk kekasih pertama. Meski kau tak kunjung jadi rumah. Bila kelak kau akhirnya tak terjamah. Akan ku kenang kau sebagai luka yang paling berdarah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
wiranagara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • HISTORY IN LOVE
  • Mencintai dalam diam
  • Tentang Rindu
  • Segala Tentangmu ❝
  • Seventeen
  • Gus Abizar
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • ✿Ⓘ ⓗⓐⓥⓔ ⓐ ⓒⓡⓤⓢⓗ ⓞ��ⓝ ⓨⓞⓤ✿[END]
  • Cinta Sang Prajurit (END)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan