Calon Suamiku Ayah pacarku

Calon Suamiku Ayah pacarku

  • WpView
    Reads 159,692
  • WpVote
    Votes 3,358
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 27, 2023
"Saya yang akan menggantikan putra saya " Kimberly menangis sesegukkan, kenapa? kenapa? takdir nya begini Ya Allah. --- "Tenang saja, papah tahu kamu tidak mau sekamar dengan papah, ya sudah selamat malam kim " cup kimberly mematung, pipi nya merona dalam perutnya terasa banyak kupu kupu terbang. Hah? Masa kimberly Udah mulai Jatuh Cinta Sih? sama suaminya? Yang sialnya Ayah pacarku.
All Rights Reserved
#4
cepren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lubuk Aksara
  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • The Unwritten Rule [21+]
  • Aku Ibunya bukan Dia
  • Filosofi Jodoh
  • crush type
  • Rayuan Cinta Sasha
  • my unique boss

WARNING!!! BELUM REVISI Airin merupakan wanita berumur kepala tiga yang berstatus lajang. Ketika teman-teman sudah memiliki buntut dia masih betah sendiri, menikmati masa sendirian. Dia bekerja di sebuah penerbit buku yang lumayan besar di kotanya. Dia hidup berdua dengan sang ibu sehingga dia memilki kesan yang cukup cuek dan juga tidak perduli dengan sekitar. Tinggal di ibu kota membuat dia juga semakin membatasi diri dengan lingkungan yang lain. Airin betah melajang di umur kepala tiga dan itu membuat ibunya sakit kepala yang luar biasa. "Mu sampai kapan, kamu tetap akan melajang?" aku menghela nafas dengan kasar sembari meneruskan satu persatu kata yang mulai ku tulis. "Nanti Bu." jawabku dengan mengetik kembali tulisan yang apa yang aku sudah pikirkan. "Kau bukan remaja lagi, tapi kau sudah dewasa. Jangan terpuruk itu sudah lama tapi kamu masih berada di lingkaran setan terus menerus?" aku terdiam sejenak lalu tetap melanjutkan setiap kata yang terpikirkan olehku dan menghiraukan ucapan dari Ibuku. Itulah perdebatan antara anak dan Ibu yang selalu menanyakan, "kapan aku menikah," dan juga "kapan aku bisa bangkit dari masa lalu yang kelam?" Aku benci pertanyaan itu, jika yang bertanya bukan Ibuku pasti aku ku lempar menggunakan sepatuku. Andaikan Ibu tahu bahwa sejak itu pula aku membenci lelaki dan juga aku sangat malas dekat dengannya. 24-02-2024 Berondong 8/585 10-03-2024 Pendek 11)4,6 ribu

More details
WpActionLinkContent Guidelines