Story cover for Dear, Cinta Pertama by YunitaUmar8
Dear, Cinta Pertama
  • WpView
    MGA BUMASA 438
  • WpVote
    Mga Boto 46
  • WpPart
    Mga Parte 16
  • WpView
    MGA BUMASA 438
  • WpVote
    Mga Boto 46
  • WpPart
    Mga Parte 16
Ongoing, Unang na-publish Apr 23, 2022
Sejak kapan mulai jatuh cinta? Apakah kamu percaya takdir cinta pertama? Lalu, seberapa lama menahan gemuruhnya di dalam dada? 

Begitulah yang dirasakan Rindang. Saat keluarganya mendesak untuk menikah, ia tidak kunjung membuka hati untuk laki-laki yang datang silih berganti. Hatinya hanya tertaut pada satu laki-laki. Nuril, namanya. 

Apa yang dicari oleh Rindang? Apakah ia akan kuat dianggap sebagai perawan tua dari cibiran mulut orang-orang disekitarnya? Rindang masih menunggu seseorang. Berharap kelak ia datang dan melamarnya sepenuh cinta. Ia adalah cinta pertamanya sejak duduk di bangku SMP. Tapi, hingga saat ini, sepertinya takdir belum mempertemukan mereka. 

Di atas sajadah rindu, dipenghujung malam yang panjang, Rindang terus berdoa kepada Allah. Mengapa hatinya sulit diajak berdamai. Seperti ada keyakinan bahwa suatu hari nanti mereka akan bertemu. Entah kapan. 


Akankah Rindang dipertemukan dengan cinta pertamanya? Jika kemudian hari datang seorang laki-laki sholeh dan berilmu melamarnya, apakah Rindang bisa menerima? []


Selamat membaca. 
Salam hangat dari saya.
All Rights Reserved
Sign up to add Dear, Cinta Pertama to your library and receive updates
o
#11perawantua
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Antara Hati dan Iman ✅ ni Mima_crst
58 parte Kumpleto
"Cinta... Satu kata yang memiliki banyak makna. Apakah itu yang aku rasakan saat bersama denganmu....?? Jawabannya adalah entahlah... Karna yang aku ketahui, cinta pada selain-Nya adalah menyakitkan." _Asma Aqila Adzkiya_ "Jika kamu bertanya apakah aku mencintaimu...?? Maka jawabannya adalah tidak. Karena cintaku hanya untuk Rabb-ku, dan cinta pada selainnya adalah buta. Namun, aku mencintaimu karena kamu adalah separuh imanku. Jadi jika aku menyakitimu, maka saat itu juga aku mencederai imanku." _Arfan Zahir Ubaid_ . . . Cerita ini mengisahkan tentang seorang akhwat sholehah yang cintanya dilambungkan oleh sahabat SMA kakaknya sendiri. Dilambungkan di tengah penantian tak berujung, membuat Aqila tak percaya akan apa itu namanya cinta. Hingga akhirnya dia memilih untuk mengabdikan dirinya di salah satu panti asuhan. Namun, siapa yang menyangka jika di Pondok An Najah inilah dia akan membuka lembaran kelam di masalalu yang juga akan membuka sakitnya luka lama. Bahkan orang yang menjadi pahlawan dimasa lalunya kini justru membencinya. Orang yang dia ketahui memiliki kasih sayang, akhlak dan kepribadian yang lemah lembut, justru memilih cinta buta dan mengabaikan getaran yang ada di benaknya. Disinilah kisah itu dimulai. Hujatan, hinaan, pengkhianatan dan kesakitan datang silih berganti. Hingga takdir Allah yang menjadi akhir dari perjalanan hidupnya. Akankah Aqila berjodoh dengan masalalunya...? Ataukah takdir Allah yang mengasihinya...? . . . . . Penasaran dengan kisahnya...? Yuk, baca ceritanya dari awal ya...!! Terima kasih dan selamat membaca...!!? 31-12-17
H2 TARIM ni lyhyya
18 parte Kumpleto
Muhammad Abdurrahman Hasballah Kareem berusia dua puluh tiga tahun. Ia merupakan anak ke dua dari empat bersaudara ia juga anak dari seorang Kyai besar dari Pesantren Al-Ikhlas. Salah satu Pondok Pesantren ternama di daerah Jawa. Ya, Hasballah adalah seorang Gus. Hasballah baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan S2 di Tarim. Dengan tekad yang penuh, ia akan terus mengejar pendidikan sampai gelar Dr ia dapatkan. Syukurnya, ia mendapat beasiswa di tempat yang ia inginkan. Setelah fokus mengejar pendidikan sampai detik di mana dirinya sudah menginjak S3, datanglah sebuah perasaan yang Allah titipkan untuknya. Cinta pertama nya selama 23 tahun belum merasakan jatuh cinta sedalam ini. Tasbih pink. Itulah yang masih ia jaga sampai saat ini. Walau ia tak kenal dengan pemiliknya, tetapi tasbih itu kini sudah menjadi miliknya. Karena kuatnya doa Hasballah dan doa dari seorang perempuan Tarim mereka pun bertemu. Bertemu untuk menjalin hubungan halal. Memang takdir Allah sangatlah baik. Saat Hasballah mengisi acara di Yaman, ia tak hanya ingin mengembalikan tasbih itu, tetapi juga untuk melamarnya. Setelah tasbih itu sudah menjadi miliknya, ternyata Allah menyimpan rencana agar Hasballah sekalian memiliki mantan pemilik tasbih itu. "Ini tasbih kayaknya kangen sama kamu. Nih, mau pegang nggak? Sepertinya rasanya beda kalau kamu pegang lagi. Ini selalu saya bawa kemana-mana. Kadang, kalau saya menyendiri saya nggak sendiri, saya bertiga. Sama Allah dan sama dia," jelasnya panjang lebar sembari menunjuk tasbih itu. "Maaf ini sudah lumayan luntur warnanya," lanjutnya. Hasena pun mengambil tasbih kesayangan nya itu. "Iya beda," responnya. "Apa bedanya?" "Jauh lebih kendor." Pecah sudah tawa orang-orang yang berada di ruangan itu. (Utamakan vote dan komen ya!!) SELAMAT MEMBACA !!!!!! Terima kasihhhh♡♡♡
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Cinta Dalam Iman cover
Khariza (Cinta Yang Terbagi) || TERBIT ✓ cover
Antara Hati dan Iman ✅ cover
H2 TARIM cover
Tertulis Dalam Doa cover
Mencari Kebenaran Cinta  cover
Allisa✓ [Selesai] cover
Takdirku ✓ cover
Ijab Qabul Sugra cover
About My (First) LOVE cover

Cinta Dalam Iman

18 parte Ongoing

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU