RAGA
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 1, 2022
"Yang mengendalikan raga itu emosi, dan yang mengendalikan jiwa itu pikiran." Ucapan Eyang terdengar sangat jelas di telingaku. Saat aku mulai sadar dan kembali memusatkan pikiranku pada satu titik, raga. Cepat atau lambat, aku harus kembali pada raga asliku yang saat ini sedang tertidur, sedangkan jiwaku sekarang masih berkeliaran disekitarnya. Roh diriku keluar. Eyang mengatakan, ini adalah bentuk karma kekuatan jahat yang dikirim padaku oleh orang anonim, yang mungkin orang itu tidak senang dengan keberadaanku. Karena hal itu, aku berjuang untuk bisa kembali hidup tanpa merasakan hal jahat yang menyerang tubuhku dengan berbagai kesakitan. Namun ternyata, semuanya tidak semudah yang aku pikirkan. Hal yang datang ini bukan hanya terkait pada diriku, melainkan hasil yang dimulai oleh Eyang sendiri.
All Rights Reserved
#29
raga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • A DIARY OF "I AM HEAL"
  • Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Senja Yang Tak Kembali
  • I Became The Antagonist
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Transmigration || BABYMONSTER (END)
  • JIWA

[ C O M P L E T E D ] Butuh waktu sepuluh tahun untuk gue bisa mengungkapkan apa yang selama ini gue pendam. Rasa sayang gue terhadap kara -Nata "cewek bar-bar yang selalu gue kagumi walau saat dia bangun lengkap dengan ilernya, entah sejak kapan tapi rasanya sudah lama sekali, sesuatu berubah dalam hati gue, gue akan marah saat ada hal yang mengganggu kara, hati gue ikut nyeri saat liat kara meneteskan air mata. Gue gak yakin kemana arah hati gue, yang jelas, gue ingin kara selalu disamping gue dan memastikan dia baik-baik aja" "Nata, sosok pengganti ayah yang dengan mudahnya melekat dihati gue. Gue gak yakin bisa melalui hidup gue kalo nata gak ikut andil di dalamnya, seorang yang tau gue setelah ibu dan diam-diam hidup gue bergantung sama dia. Gak pernah kelintas sedikitpun dibenak gue tentang bagaimana jadinya hari yang bakal gue lewatin tanpa nata"

More details
WpActionLinkContent Guidelines