Bintang di Langit Senja

Bintang di Langit Senja

  • WpView
    Reads 3,344
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 18, 2023
WpInfo
Fanfic
Langit tak sehangat jingga. Tidak ada bintang di langit senja. Cahayanya tidak bisa merengkuh gelapnya angkasa. Indah yang hanya sebuah fatamorgana. Awan-awan mulai mengabu, menutup pandangan menuju dirimu. Seucap pesan membawa bintang menuju perjalanan tidak biasa. Meniti setapak menuju ruang hampa. Memar kebiruan terus bertambah seiring langkah demi langkah. Bintang menatap kelam dengan jarak yang terbentang lebar. Langit memang terlalu luas untuk dipeluknya. Bintang dan langit. Nama yang indah saat disandingkan. Saling melengkapi saat siang dan malam. Hitam legam tak berujung, ruang hampa tanpa cahaya begitulah langit tanpa bintang. Tampak begitu kelam. Bintang memang tidak bisa merengkuh luasnya langit, namun dia bisa menemaninya. Mengawasinya di gelapnya malam.
All Rights Reserved
#2
offxgun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • MEMORY LINE
  • Pelangi sehabis hujan
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • LANGIT (On Going)
  • Harap Tak Bersisi
  • LOVE, LUST, & LIFE DEMANDS - A Wattpad Romance by DIAN NITA S.

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines