Sugar For Daddy || Park Jimin (JM) Fanfic AU

Sugar For Daddy || Park Jimin (JM) Fanfic AU

  • WpView
    LECTURAS 137
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 26, 2022
WpInfo
Fanfic
BTS
[Privat] Follow for reading! Jaelin dan Yura sedang membicarakan kemirisan hidup sebagai siswa SMA kelas 2. Lalu, entah kenapa pembicaraan mereka berujung pada sesuatu yang anehnya sampai ke tahap sinting. "Bagaimana kalau aku jadi Sugar Baby? Aku harus segera membayar denda tanpa menyiksa diri menyisihkan uang jajan." _Jaelin "Kau yakin? Jadi Sugar Baby tidak mudah. Apalagi kau 'utuh'." Yura agak menyindir Jaelin yang masih perawan sekaligus menakutinya. "Coba saja siapa tahu mudah, tapi jangan yang terlalu tua atau terlalu muda." Jaelin di mata Yura dia hanya merancau akibat stress berkepanjangan. "Mau yang Empat puluhan?" Yura tetaplah Yura, dia akan menangapi apapun yang dibicarakan temannya. "Ew, ayahku masih berumur empat sembilan." Muka Jaelin horor, dia membayangkan kalau dia berpacaran dengan pria setua ayahnya. "Ayahku sudah jadi kakek, umurnya enam puluh. Pasti aneh kalau punya Daddy umur segitu. Apa kau mau yang Tiga puluh atau Dua puluhan?"_Yura. "Dua puluh terlalu muda. Tiga puluh saja, jangan lebih jangan kurang."_Jaelin mulai tawar menawar. "Iya sudah, Tiga puluh memang cocok. Pastikan sudah bekerja."_Yura. Jaelin mengangguk, "Benar! Pastikan dia kaya secara finansial." Jaelin-Yura memang anak-anak yang paham soal hal begini, mereka terlalu cepat dewasa dalam beberapa hal. Contohnya, ya ini, yang berbau Rated-M. "Jaelin, sekali lagi, kau yakin mau jadi Sugarnya Daddy?" Jaelin juga tidak tahu, "Perlukah aku berpikir dua kali?" . . Lalu, Jaelin pun menemukan mangsanya dalam keadaan mendesak. Ketika dia terjebak dengan pria dewasa di cafe kopi gara-gara Yura. Ada pria berjas yang terlihat seperti model yang katanya temannya kakak Yura. Pria itu tampan, tapi terlalu muda untuk dijadikan Daddy. Tidak sangka saja pertemuannya dengan pria itu membuatnya menjadi seseorang yang menawari banyak pengalaman anak muda pada si pria dan si pria memberinya hal-hal yang dilakukan orang dewasa.
Todos los derechos reservados
#50
sugardaddy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤
  • Saturnus,Uranus,Neptunus [BXB] [BL]
  • W n H
  • (Sugar) BABY [JinKook]
  • My Good Girl
  • The Only Exception (Between Us)(ChengTian)(END)
  • FOREVER || myg x y/n (END)
  • Don't Talk About Money
  • Best Friend To be Boyfriend -pjm ✔

"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido