Bumiku

Bumiku

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 28, 2022
"Bumi butuh manusia seperti kamu nat,bumiku" Memang sedang semarah itu pada semesta dan penduduknya, gadis berkaca mata dan berbadan gempal itu tidak pernah berharap ada penduduk di buminya. Sudah cukup kecewa yang mendalam, yang ia tahan agar tidak menjadi dendam. Lalu ketika hatinya ditekan di titik kelemahannya hingga buminya hendak runtuh. Seorang laki-laki pemilik pena biru menuliskan, "Semesta akan tetap hidup walau kamu membencinya, kehidupan penduduknya pun akan tetap berkelanjutan. Termasuk juga orang yang kamu benci, ia akan tetap hidup" Ini tentang pertanyaan dia adalah peracik obat paling mujarab atau malah pencipta luka terhebat. Karna satu yang Nafa lakukan, berharap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Dear of Natasya
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • [Complete] Fate in Chains

Mataku terpejam cukup lama, nafasku tersengal. Aku merasakan tubuhku terjatuh begitu dalam, begitu gelap, hingga aku merasa saat itu hidupku akan berakhir. Sampai pada akhirnya aku merasakan seseorang menggenggam tanganku. Aku melihatnya samar, dia berusaha menarikku ke permukaan. Namun, begitu aku sungguh menaruh harapan besar padanya, dia melepaskan genggamannya dengan raut wajah yang tak bisa aku baca. Dia membiarkanku jatuh semakin dalam kedalam lubang tanpa dasar. membunuh seluruh impian dan harapanku. Seharusnya saat itu aku tidak menyerahkan seluruh hatiku padanya, jika memang hanya untuk dihancurkan. Aku percaya padanya, tapi dia telah mengkhianati ku. Aku menganggap dia adalah duniaku, tapi dunia telah meninggalkanku. Dia yang tak ingin ku ingat namanya, dia yang tak ingin ku lihat wajahnya, Alif Satya Purnama

More details
WpActionLinkContent Guidelines