Story cover for PULANG  by PrettyChd
PULANG
  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado abr 25, 2022
Pulang.

Aku ingin pulang tapi aku gak punya tempat untuk pulang.

Ketika Rumah bukan lagi tempat nyaman untukku pulang. 

Aku ingin pulang tapi bukan ke rumah melainkan ke suatu tempat yang jauh dimana, disana aku akan merasakan kebahagiaan yang abadi, karena selama di dunia aku belum pernah merasakan apa itu yang namanya kebahagiaan.

Kisah seorang gadis yang banyak
 menyimpan luka kemudian ia bertemu dengan seorang laki-laki yang juga banyak menyembunyikan luka, mereka yang sama-sama terluka mencoba menguatkan satu sama lain ketika dunia benar-benar tidak berpihak kepada mereka. 

Akan kah keduanya merasakan makna dari kata "akan indah pada waktunya?" Entahlah aku juga tidak mengetahuinya. 

Akankah mereka akan membuat diri mereka menjadi tempat pulang satu sama lain, mungkin bukan untuk menyembuhkan luka yang di miliki melainkan untuk sejenak melupakan luka yang tersimpan di dalam hatinya.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir PULANG a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#609benci
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] de din4diinn
25 partes Continúa
⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] cover
Till I Meet You cover
Slow Days (FIN) cover
𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃] cover
Rainie ( END ) cover
Kita Sembuh Bareng? cover
Aluka (Proses Penerbitan) cover
When his name is cover
Menyerah atau Bertahan? cover

Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

25 partes Continúa

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang