Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman

  • WpView
    LECTURAS 450
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Partes 26
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 9, 2022
"Kalau pada akhirnya kita tidak bisa bersama, jangan salahkan siapapun. Sebab kita telah melewati banyak hal bersama, kita sudah berjuang sekuat yang kita bisa. Kita se amin dalam doa, tapi tak seiman" "Hari ini, aku ingin kita berdoa sama-sama untuk yang terakhir kalinya. Agar kita berbahagia, dalam ketiadaanku disisimu lagi dan kehilanganmu dihidupku" Kalimat terakhir yang bisa diucapkan Farhan pada Renata, sebelum mereka akhirnya benar-benar berpisah. Renata hanya bisa tertegun, dengan kelopak mata berkaca-kaca berusaha membendung tangis. Sementara Farhan, pelan-pelan berlalu dengan sepeda motornya bersama sebuah senyuman terakhir untuk Renata. Senyuman yang ia harap bisa memberikan kekuatan pada Renata, tentang perpisahan yang susah payah mereka hindarkan. Dan diujung jalan itu, saat Farhan tak lagi terlihat oleh kedua kelopak matanya dengan jelas, isak tangis itu akhirnya pecah. Kedua kaki Renata bergetar, lemas. Kepalanya dipenuhi banyak ingatan tentang kenangan dan kebersamaan. "Tuhan, doa ku kurang panjang yah? Atau doa ku kurang khusyuk? Mengapa kau biarkan ia pergi, mengapa kau biarkan kami tidak bersama. Mengapa Tuhan" Ucap Renata, dengan tangis yang tak henti-henti. Segera setelah merasa sudah cukup jauh dari tempat keduanya berpisah. Farhan akhirnya menghentikan sepeda motornya, lalu menepi. "Hahahahahahahaha biadab" sebuah tawa yang berubah tangis. Kemudian Farhan mengambil sebatang rokok dan membakarnya lalu kembali mengendarai sepeda motornya. Menyusuri jalan kenangan, berharap bisa memungut satu demi satu kisah mereka yang masih tersisa.
Todos los derechos reservados
#286
ketulusan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  ALZERA (On Going)
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Takdir Semesta
  • AILAH(END)✅
  • F dan Z  ( and )
  • Promise
  • Di Balik Persahabatan
  • Tak Seiman Cinta Dan Lukanya
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

"ENTAH INI SUATU KE BETULAN, ATAU MEMANG GARIS DARI SEBUAH TAKDIR YANG MEMANG SUDAH TUHAN TENTUKAN MELALUI SUATU KEBOHONGAN" "HEH LU KALONYEBRANG TU PAKE MATA DONG!!" Sentak laki laki yang hampir saja menabrak Liza dengan penuh emosi "Maaf ya ka, tapi dimana-mana nyebrang itu bukan nya pake kaki?" jawab gadis itu sambil bangkit dari aspal "Terserah lu, udah bagus rem motor gua pakem , klo ga, udah masuk Rs kali lu, gua juga yang harus tanggung jawab" ucap Kesal cowo berseragam putih abu ber halem full fac diatas motor sport dengan jaket hitam kebanggan yang melekat di tubuh nya " tapi bukan sepenuhnya salah aku dong ka, kakanya juga bawamotornya kebut kebutan, lagian aku udah liat kanan kiri dulu ko sebelum nyebrang" Ucap gadis itu dengan nada yang tetap santay "Jawab mulu lu ya.., udaah cepet minggir, males gua ladenin Cewe frik ka ya lu" "Pagi-pagi udah bikin gua kesel aja dasar cewe frik" grutunya dan kmbali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan gadis yang barusan hampir ia tabrak "NYEBELIN BANGET SI TU COWO BUKAN NYA MINTA MAAF, sabar liza masi pagi, jangan rusak mood kamu hari ini cuma gara gara cowo nyebelin itu okey " grutu gadis itu mengingatkan dirinya sendiri menghela nafas dan mengelus dadanya mencoba tetap tenang dan tetap bersabar (KALO KALIAN PNASARAN GIMANA ALUR CERITANYA lanjut terus baca ya..!) "Knalin karakter mereka di cerita pertama ku kali ini" (Jangan lupa vot sebanyak banyak nya and komen, ajak tmn tmn kalian baca crita aku ya guysss🥰) "HAPPY READING GUYSS"🥳🤩

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido