Manusia Kelana

Manusia Kelana

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 29, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Seluas samudera yang terhampar, barulah 5% yang telah terjamah oleh manusia. Pernahkah kamu berpikir bahwa hidupmu juga laksana sehampar lautan lepas? Masih banyak sekali hal yang perlu kau ulik dalam dirimu. Mengulas dan membaca masa lalu, cobalah sedikit memutar balik pandang terhadap apa saja yang telah kau lalui dalam kelana panjangmu. Dibalik suka adalah duka, dibalik tangis adalah tawa, dibalik air mata adalah sejuta keping pelajaran yang mungkin belum kau petik. Sekarang, persiapkan dirimu dan marilah sama-sama kita petik buah manis itu dengan mengulas masa lalu. Kalaulah sudah jatuh, tak apa kita pungut saja. Besar harapan bahwa tidak ada lagi buah manis yang tertinggal di kelana selanjutnya. ©copyrightarifad2022 Non-fiksi | Self-healing | 12+
All Rights Reserved
#501
buku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐀 𝐖𝐈𝐒𝐇𝐈𝐍𝐆 𝐅𝐎𝐑 𝐓𝐇𝐄 𝐌𝐎𝐎𝐍𝐋𝐈𝐆𝐇𝐓
  • Berguru Kepada Sepi
  • HIDDEN SIDE
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • SEANDAINYA SEMUA ORANG PERGI MENINGGALKANMU [LENGKAP] ✔
  • Pilar Sendu
  • SUBMISSIVE [TERBIT ✓]
  • Kasih Yang Tersembunyi (End)
  • Matahari Dan Senjanya || Zhong Chenle ft. NCT DREAM
  • A R A S I [TERBIT✓]

[BTS BIRTHDAY PROJECT 2021 - 2022 ] Nyatanya apa yang selama kuperlihatkan pada semua presensi bukan hanya kebahagiaan semata-mata, melainkan gelenyar pedih arakan luka yang mati-matian kusembunyikan agar mata dunia tahu bahwa aku adalah manusia yang kuat sekalipun berulang kali diluluh-lantakan pada derita. Ini adalah kisahku dalam belantara dunia yang penuh siksa, dengan berbagai nestapa yang berjalan bergulir, membawaku pada keterkejutan yang tak pernah terduga-duga. Ironisnya, tidak baik terlalu dalam menaruh ekspetasi pada dunia dengan mengidamkan takdir-takdir penuh warna jikalau hanya dipermainkan pada luka lalu terjerembab dititik usang jurang tak berdasar membawa setumpuk lara menganak sungai dalam daksa yang terlampau penat, letih, pilu membanjiri. Barangkali aku yakin bahwa sang pemangku takdir tidak hanya menaruh kebahagiaan semata, melainkan pula akan menaruh duka yang terlanjur menyayat nestapa. Inilah dunia, wadah yang akan melahirkan banyak hal tanpa mampu kita jamah dalam satu waktu. Started; 1 September 2021 - 9 March 2022 ©Copyright 2021 by Pearlsglow_

More details
WpActionLinkContent Guidelines